Postingan

Demonstran Kembali Duduki Kairo

KAIRO– Ratusan warga Mesir kemarin kembali menduduki Lapangan Tahrir di Kairo, untuk memprotes vonis pengadilan yang menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Pengunjuk rasa menganggap vonis itu terlalu ringan dan mereka menginginkan Mubarak dihukum mati. Aksi itu merupakan kelanjutan demonstrasi 20.000 rakyat Mesir pada Sabtu (2/6) di Tahrir, pusat gerakan revolusi 18 hari yang memaksa Mubarak mundur pada 11 Februari silam. ”Kami akan tetap tinggal di sini hari ini dan besok. Kami memperkirakan bakal lebih banyak orang yang datang ke sini,” kata Omar Abdelkader, demonstran di Lapangan Tahrir, dikutip AFP. Demonstran juga membuat miniatur kuburan sebagai simbol banyaknya martir dalam revolusi menggulingkan Mubarak.” Banyak orang yang merasakan Mesir kembali ke rezim lama setelah mendengar putusan pengadilan itu,” ujar Feda Essam, mahasiswa yang turut berunjuk rasa di Tahrir. Mereka memasang spanduk bertuliskan, ” Martir, kita tidak akan memb...

Ribuan Warga Gelar Pesta Jalanan

LONDON– Ribuan orang di seluruh pelosok Inggris menyiapkan pesta di jalanjalan demi merayakan 60 tahun takhta Ratu Elizabeth II. Sekitar 9.500 permohonan menggelar pesta jalanan diajukan dari seluruh kawasan di Inggris dan Wales. Sebagian lainnya telah berencana menggelar pesta kecil di kebun atau sejumlah taman kota. Di salah satu kawasan pusat kota London, Piccadilly, jalanan ditutup untuk pertama kalinya dalam sejarah guna menyiapkan sekitar 500 meja untuk perayaan ini.Organisasi penyelenggaraan pesta yang dibentuk masyarakat, Big Jubilee Lunch,mengharapkan jutaan orang akan berbagi makanan bersama dengan tetangga atau kawan dekat lewat acara piknik di berbagai tempat. Selain di berbagai ruas jalan, ratusan ribu orang juga berkumpul di tepi Sungai Thames menyaksikan sejumlah acara karnaval.Acara di Sungai Thames ini melibatkan sekitar 1.000 kapal dari jenis modern dan tradisional.Mereka berpawai mengiringi perahu Royal Barge, kapal penuh hiasan yang ditumpangi Ratu Elizabeth II ...

Korut Deklarasikan sebagai Negara Nuklir

SEOUL –Korea Utara (Korut) memproklamirkan negaranya sebagai negara yang memiliki senjata nuklir. Itu disebutkan dalam konstitusi baru Pyongyang untuk menyulitkan upaya dunia internasional membujuk negara komunis itu agar menghentikan program senjata nuklirnya. Dalam situs internet milik pemerintah Korut “Naenara (Bangsa Saya)” merilis teks konstitusi menyusul amandemen selama sidang parlemen pada 13 April silam. “Ketua Komisi Pertahanan Nasional Kim Jong-Il menjadikan tanah air kami sebagai sebuah negeri yang tak terkalahkan, sebuah negara bersenjatakan nuklir dengan sebuah kekuatan militer yang kuat demi mempersiapkan jalan untuk pembentukan sebuah bangsa yang kuat dan makmur,” demikian sepenggal kalimat dari pembukaan konstitusi baru Korut. Dalam konstitusi sebelumnya yang direvisi pada 9 April 2010, tidak menyebutkan istilah “negara bersenjata nuklir”. Menyusul kematian Kim Jong-il pada akhir Desember silam, negara itu merevisi konstitusi untuk mentasbihkan prestasi pemimpin se...

Penjualan Amunisi Tembus Rp37,59 Triliun per-Tahun

NEW YORK – Perdagangan amunisi dunia kini menembus angka USD4 miliar atau Rp37,59 triliun per tahun dan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan perdagangan senjata. Itu diungkapkan oleh lembaga donor kemanusiaan Oxfam pada Rabu (30/5) waktu setempat. Dalam laporan Oxfam dirilis menjelang perundingan baru mengenai pakta perdagangan senjata di New York. Mereka menyebutkan sebanyak 12 miliar peluru diperdagangkan setiap tahun. “Jumlah itu cukup untuk membunuh pria, wanita dan anak-anak di planet ini sebanyak dua kali,” demikian ungkap laporan Oxfam dikutip AFP. Perdagangan amunisi untuk senjata kecil mencapai USD4,3 miliar atau setara Rp40,39 triliun. Sedangkan amnuisi untuk senjata api dan senjata laras panjang bernilai USD2,68 miliar atau senilai Rp 25,17 miliar. Tentunya dari nilai itu menunjukkan nilai perdagangan amunisi di seluruh dunia sangat besar dan sangat menggiurkan. Oxfam melaporkan fakta penjualan amunisi dalam laporan berjudul “Hentikan Peluru, Hentikan Perang”. Nilai p...

Suu Kyi Curi Perhatian di WEF

BANGKOK – Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi kemarin mencuri perhatian para peserta Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Bangkok, Thailand. Suu Kyi disambut sangat meriah ketika memberikan pidato pada Forum Ekonomi Dunia (WEF). Semua peserta pada forum itu langsung berdiri untuk memberikan penghormatan kepadanya. Pendiri WEF Klaus Schwab mengenalkan Suu Kyi sebagai “salah satu orang luar biasa pada abad ini”. Dalam pidato selama 10 menit itu, Suu Kyi juga berdiskusi dengan Schwab. Dalam pidatonya, Suu Kyi juga menyarankan agar komunitas internasional berlatih “skeptis yang sehat” terhadap reformasi di negaranya. Menurut Suu Kyi, Myanmar tidak lagi membuntuhkan investasi lebih banyak yang hanya memicu kemungkinan untuk dikorupsi dan menciptakan ketidakseimbangan sosial. Dia menegaskan, kalau Myanmar membutuhkan investasi untuk perbaikan rakyat dan bangsa. “Burma (Myanmar) menawarkan kesempatan bagi Anda dan kita. Tolong bantu kita agar sesuai dengan kebutuhan kita,” kata Suu Kyi dala...

Mesir Cabut Status Darurat Militer

KAIRO – Pemerintahan transisi Mesir kemarin untuk pertama kalinya dalam sejarah mencaut status darurat militer pada Kamis (31/5). Pencabutan status itu telah berlaku selama 31 tahun diambil Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata Mesir (SCAF). “Militer tetap akan melakukan tanggung jawab nasionalnya dalam melindungi negeri ini sampai proses peralihan kekuasaan selesai,” tulis pernyataan SCAF. SCAF yang memegang tampuk pemerintahan setelah lengsernya Hosni Mubarak pada tahun lalu. Pencabutan status darurat itu juga dianggap sebagai sinyal pembaharuan di tengah masa transisi kepemimpinan di Mesir. Pencabutan itu merupakan tuntutan mayoritas rakyat mesir saat menggulingkan Hosni Mubarak pada tahun lalu.Meski tidak memiliki status darurat, militer Mesir berjanji bakal menjamin keamanan nasional. Sebenarnya, Situasi darurat militer ini memungkinkan aparat keamanan menahan dan mengadili “musuh” negara di pengadilan khusus. Dengan pencabutan status ini dapat mengakhiri arogansi militer dalam men...

Suu Kyi Disambut Meriah

MAHACHAI– Ikon demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi kemarin memulai tur luar negeri dengan mengunjungi Thailand. Dia disambut bak pahlawan yang menyelamatkan bangsanya. Ini merupakan kunjungan luar negeri yang pertama bagi Suu Kyi dalam seperempat abad terakhir.Dia disambut lebih dari 1.000 imigran Myanmar di Mahachai, kawasan di selatan Bangkok yang berjarak 30km dari ibu kota Thailand itu. Para imigran asal Myanmar itu menyambut Suu Kyi dan melambaikan bendera Myanmar serta membawa foto peraih Nobel Perdamaian itu.Suu Kyi menyambut pendukungnya dengan tersenyum manis dan melambaikan tangan. “Saya mengatakan saat ini dan lagi.Saya tidak ingin membuat janji. Ini tidak baik jika Anda tidak bisa melaksanakan janji-janji setelah membuatnya. Tetapi,saya dapat menjanjikan satu hal, saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa,”ujar Suu Kyi di depan kerumunan imigran Myanmar, dalam bahasa Myanmar, dikutip AFP. “Saya berharap para pekerja imigran dari Burma (Myanmar) dalam kondisi sehat da...