Suu Kyi Curi Perhatian di WEF
BANGKOK – Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi kemarin mencuri perhatian para peserta Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Bangkok, Thailand.
Suu Kyi disambut sangat meriah ketika memberikan pidato pada Forum Ekonomi Dunia (WEF). Semua peserta pada forum itu langsung berdiri untuk memberikan penghormatan kepadanya. Pendiri WEF Klaus Schwab mengenalkan Suu Kyi sebagai “salah satu orang luar biasa pada abad ini”. Dalam pidato selama 10 menit itu, Suu Kyi juga berdiskusi dengan Schwab.
Dalam pidatonya, Suu Kyi juga menyarankan agar komunitas internasional berlatih “skeptis yang sehat” terhadap reformasi di negaranya. Menurut Suu Kyi, Myanmar tidak lagi membuntuhkan investasi lebih banyak yang hanya memicu kemungkinan untuk dikorupsi dan menciptakan ketidakseimbangan sosial. Dia menegaskan, kalau Myanmar membutuhkan investasi untuk perbaikan rakyat dan bangsa.
“Burma (Myanmar) menawarkan kesempatan bagi Anda dan kita. Tolong bantu kita agar sesuai dengan kebutuhan kita,” kata Suu Kyi dalam kesempatan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Asia Timur di Bangkok.
Suu Kyi menegaskan bantuan pembangunan untuk Myanmar harus dilaksanakan dengan transparan dan menguntungkan rakyat. “Jika Anda memberikan bantuan untuk pembangunan pada kelompok yang tepat, maka tidak ada jaminan dari kita bahwa itu bakal tepat sasaran,katanya.
Peraih Nobel Perdamaian 1991 itu menegaskan prioritas negaranya pada saat ini adalah penciptaan lapangan pekerjaan seiring dengan tingkat pengangguran yang meningkat tajam. Bagi dia, pengangguran itu seperti “bom waktu.“
Dia menuturkan, pengangguran pada tataran anak muda di negaranya telah menjerumuskan mereka pada aktivitas negatif, seperti alkohol, narkotika, dan perjudian. Para pemuda tidak lagi memikirkan reformasi nasional bagi bangsanya. “Tidak ada waktu untuk berbicara mengenai demokrasi jika kita tidak bisa memberdayakan rakyat kita sendiri,” tegas ikon demokrasi Myanmar itu dikutip Bernama.
Suu Kyi menyerukan kepada para investor untuk tidak berpikir bahwa investasi mereka bakal kembali dalam waktu cepat. Tapi, dia menekankan bahwa investasi yang diminta itu dapat memberikan keuntungan bagi rakyat Myanmar dan negaranya. “Kita hanya ingin meningkatkan Negara Myanmar, bukan hanya menguntungkan bagi sekelompok orang atau sekelompok organisasi,” tuturnya.
Hal apa saja yang dibutuhkan Myanmar selain penciptaan lapangan pekerjaan? Menurut Suu Kyi, Negara membutuhkan orang berpendidikan yang kritis dalam jumlah besar untuk mewujudkan reformasi. “Kita membutuhkan pendidikan dasar di Myanmar. Pendidikan yang memberikan kemampuan rakyat kita untuk menghasilkan kehidupan yang layak bagi mereka,” katanya.
Selain itu, Myanmar, tambah Suu Kyi, juga membutuhkan komitmen nasional untuk melaksanakan rekonsiliasi. Dalam isu politik, Suu Kyi juga disinggung mengenai komitmennya dalam amandemen konstitusi Myanmar.
Menurut dia, amandemen itu cukup sulit karena mereka harus membutuhkan lebih dari 75% suara anggota parlemen. “Suara sipil hanya diwakil 75% dan perwakilan militer mencapai 75% dalam parlemen Myanmar,” katanya. Menurut dia, jika Anda harus mendapatkan 75% suara, maka harus ada satu suara dari kubu militer. “Itu adalah hal yang sangat sulit,” katanya.
Dalam pidatonya, Suu Kyi juga bercerita mengenai permintaan pilot Thai Airways untuk ikut ke ruang kapten pesawat. Dia mengatakan pilot sangat ramah karena mengundangnya untuk duduk di kokpit pesawat sehingga dapat melihat pemandangan lampu pada malam hari di kota Bangkok dari ketinggian.
Menurut dia, Bangkok sangat berbeda dengan Yangon yang sepi dan gelap karena adanya pemadaman listrik bergilir. “Saya kira Yangon bakal seperti Bangkok dalam pembangunan, jika tidak mengalami permasalahan (pemerintahan),” tuturnya. “30 tahun lalu, kedua kota itu tidak jauh berbeda. Tapi, kini perbedaan itu benar-benar dirasakan,” tegasnya. (andika hendra m)
Komentar