Postingan

100 hari Jelang Pernikahan William-Kate

Isu pernikahan Pangeran William dan Kate Midleton semakin menghangat di Inggris. Mayoritas warga Inggris saat ini tengah menanti prosesi pernikahan Pangeran William dan Kate Midleton yang diperkirakan akan menjadi perayaan kerajaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah spekulasi kini berkembang terkait rencana pernikahan tersebut. Diantaranya adalah kemungkinan gaun pengantin yang dipakai Kate dan tanda mata apa yang akan dibuat dalam pernikahan tersebut. Hal ini jelas membuka peluang bisnis bagi industri wisata Inggris. Tetapi menurut mereka, pernikahan William dan Kate pada tanggal 29 April nanti hanya akan seperti pernikahan kakek-neneknya ketimbang acara pernikahan orang tuanya. Dengan memilih Westminster Abbey ketimbang St Paul sebagai tempat pernikahan, tampaknya William dan Kate dengan sengaja memilih tempat yang lebih kecil dengan skala yang lebih dekat. Rencana pernikahan William dan Kate ini memang sangat terkesan berhati-hati. Mereka menyadari pernikahan ini...

Hengkang ke Arab, Istri Ben Ali Bawa 1,5 ton Emas

Tindakan klepto isri Presiden Tunisia Zine el-Abine Ben Ali, Leila Trabelsi, membawa lari 1,5 ton emas ketika melarikan diri. Nilai emas tersebut senilai USD60 juta atau Rp.540 miliar. Laporan menghebohkan itu diungkapkan pertama kali oleh koran berbahasa Prancis, Le Monde. Leila datang ke Bank Sentral lalu memaksa kepala Bank of Tunisia untuk memberikan emas batangan. Kepala menolak, sampai akhirnya Leila menelepon suaminya. Ben Ali lalu memerintahkan Bank Sentral untuk memenuhi keinginan istrinya dan menyerahkan emas tersebut. Tak lama setelah mengambil emas itu, Ben Ali dan Leila pergi meninggalkan Tunisia. Mereka awalnya mengarah ke Prancis, tapi pesawat yang mengangkut mereka tidak diberikan izin oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Hingga Menteri Keuangan Prancis, Christine Lagarde mengungkapkan, adanya pergerakan pergerakan uang dalam jumlah besar dari Tunisia. Akhirnya mereka mendarat di Arab Saudi, tapi beberapa laporan menyebut Leila mendarat di Dubai. Sementara, Ban...

Serukan Demonstrasi, Oposisi Sudan Ditangkap

Pasukan Sudan kemarin menangkap pemimpin oposisi yang juga ulama ternama Sudan, Hassan al-Turabi karena menyerukan aksi revolusi seperti rakyat Tunisia. Turabi menggelerokan semangat rakyat Sudan agar turun ke jalan jika harga kebutuhan pokok terus meroket. “Mereka (petugas keamanan) menangkap Turabi dengan menggunakan kendaraan dalam jumlah besar, mereka sempat berkelahi dengan salah satu stafnya,” ujar sekertaris Turabi, Awad Babiker kepada Reuters. Pemimpin oposisi Sudan itu pada Minggu (16/1) mengancam akan mengajak pendukungnya untuk turun ke jalan jika pemerintah tidak merombak menteri keuangan dan membekukan parlemen. Pasalnya, kenaikan harga bahan kebutuhan hidup sangat menyengsarakan rakyat. Turabi, mantan sekutu Presiden Omar al-Bashir, sebenarnya berulang kali ditangkap sejak dia mendirikan Partai Kongres Populer (PCP). Dia pernah ditahan selama satu bulan setengah di tahanan pada 2010 setelah dia dituduh berulang kali melakukan kecurangan pemilu. “Kerusuhan di Tunis...

Pertahankan Menteri Lama, Pemerintahan Baru Tunisia Diboikot

Perdana Menteri (PM) Tunisia Mohammed Ghannouchi mempertahankan menteri-menteri lama dalam pemerintahan barunya. Namun, beberapa partai Islam memboikot pemerintahan itu. Sebagian rakyat Tunisia pun masih turun ke jalan memprotes pemerintahan baru tersebut. “Saya mempertahankan menteri-menteri ‘yang bersih’ dan selalu bertindak untuk melindungi kepentingan internasional,” katanya kepada radio Prancis Europe 1. Kabinet baru harus bekerja dengan meredam ketegangan di Tunisia. Presiden Zine al-Abidine Ben Ali digulingkan Jumat lalu (14/1) oleh aksi jalanan setelah berbulan-bulan unjuk rasa dimana 78 orang tewas. Saat ini Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi. Dipertahankan muka lama hal itu dianggap wajar karena Ghannouchi sendiri merupakan sekutu dari mantan presiden Ben Ali. Meskipun, Ghannouchi berjanji semua yang terlibat represi di Tunisia pada masa Presiden Ben Ali akan dihadapkan ke pengadilan. Menteri luar negeri, menteri dalam negeri, dan menteri pertahanan masih dipertahanka...

Definisi Penerjemahan

Menurut Catford (1965:1), “Translation is an operation performed on a language: a process of substituting a text in one language for a text in another”. Ia juga menambahkan bahwa “Translation is the replacement of textual material in one language (SL) by equivalent textual material in another language (TL)” (1965:20). Larson (1984:3) yang diterjemahkan oleh Taniran mengemukakan bahwa “Penerjemahan merupakan pengalihan makna dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran”. Menurutnya, menerjemahkan berarti : 1. Mempelajari leksikon, struktur gramatikal, situasi komunikasi, dan konteks budaya dari teks bahasa sumber, 2. Menganalisis teks bahasa sumber untuk menemukan maknanya, 3. Mengungkapkan kembali makna yang sama itu dengan menggunakan leksikon dan struktur gramatikal yang sesuai dalam bahasa sasaran dan konteks budayanya. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa penerjemahan adalah proses pengalihan makna dari teks bahasa sumber ke dalam teks bahasa sasaran dengan memperhati...

Teori Pergeseran Penerjemahan Catford

Dalam proses pengalihan, seorang penerjemah mengalihkan naskah bahasa sumber ke dalam naskah bahasa sasaran dengan memperhatikan berbagai penyesuaian. Penyesuaian yang disampaikan oleh Nida & Taber (1969:105) dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penyesuaian struktur dan penyesuaian semantis. Menurut mereka, kedua bentuk penyesuaian ini mengakibatkan pergeseran. Penyesuaian struktur akan mengakibatkan pergeseran bentuk bahasa, sedangkan penyesuaian semantis akan mengakibatkan pergeseran makna. Catford (1965:73) menyatakan bahwa pergeseran atau shifts as departures from formal correspondence in the process of going from the Source Language to the Target Language. Catford membagi pergeseran menjadi dua jenis, yaitu level shifts dan category shifts. 1. Level shifts are if a source language item at one linguistic level has a target language translation equivalent at a different level. Dalam pergeseran ini, Catford menyatakan bahwa sebuah bahasa sumber yang berada pada tingkat linguisti...

Menlu Se-ASEAN Bahas Myanmar

SENGGIGI(SINDO) – Organisasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) mendorong demokratisasi di Myanmar dan mendesak pemerintah militer memasukkan Aung San Suu Kyi ke dalam sistem politik. Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa di sela-sela pertemuan para menlu ASEAN di Lombok kemarin menilai, Aung San Suu Kyi adalah bagian dari solusi untuk sebuah negara demokrasi bukan masalah. Tahun lalu, Myanmar menggelar pemilihan umum dan membebaskan Aung San Suu Kyi dari tahanan rumah. Masyarakat internasional menduga terjadi kecurangan dalam pemilu November tersebut yang dimenangkan partai dukungan rezim militer. Marty mengatakan,pembebasan Suu Kyi bisa menjadi awal pembukaan kran demokrasi di Myanmar. Kemajuan yang telah dicapai harus terus didorong dan momentumnya tidak boleh hilang. “ASEAN juga mendorong penghapusan dan pengurangan sanksi terhadap Myanmar yang diberlakukan beberapa negara,”tuturnya. ASEAN memiliki kebijakan untuk tidak melakukan campur tangan terhadap urusan dalam ne...