Definisi Penerjemahan

Menurut Catford (1965:1), “Translation is an operation performed on a language: a process of substituting a text in one language for a text in another”. Ia juga menambahkan bahwa “Translation is the replacement of textual material in one language (SL) by equivalent textual material in another language (TL)” (1965:20). Larson (1984:3) yang diterjemahkan oleh Taniran mengemukakan bahwa “Penerjemahan merupakan pengalihan makna dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran”. Menurutnya, menerjemahkan berarti :
1. Mempelajari leksikon, struktur gramatikal, situasi komunikasi, dan konteks budaya dari teks bahasa sumber,
2. Menganalisis teks bahasa sumber untuk menemukan maknanya,
3. Mengungkapkan kembali makna yang sama itu dengan menggunakan leksikon dan struktur gramatikal yang sesuai dalam bahasa sasaran dan konteks budayanya.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa penerjemahan adalah proses pengalihan makna dari teks bahasa sumber ke dalam teks bahasa sasaran dengan memperhatikan kesesuaian leksikon, struktur gramatikal dan konteks budaya di dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran sehingga pesan yang dimaksud oleh penulis dapat disampaikan kepada pembaca.

2.4.1 Jenis-jenis Penerjemahan
Newmark (1981) membagi penerjemahan menjadi delapan jenis, yaitu:
1. Word for word translation
2. Literal translation
3. Faithful translation
4. Semantic translation
5. Adaptation translation
6. Free translation
7. Idiomatic translation
8. Communicative translation
Penerjemahan yang dianjurkan adalah communicative translation, karena penerjemahan jenis ini attempts to render the exact contextual meaning of the original in such a way that both content and language are readily acceptable and comprehensible to the readeship. Penerjemahan komunikatif merupakan proses untuk menerjemahkan makna kontekstual yang tepat dari aslinya dengan suatu cara, baik isi maupun bahasa yang siap diterima secara keseluruhan oleh pembaca. Hal ini berarti segala upaya terjemahan dilakukan untuk memberi penjelasan kepada pembaca dengan tujuan agar pesan yang dimaksud oleh penulis dapat tersampaikan. Jenis terjemahan ini lebih mengutamakan makna sehingga pembaca bahasa sasaran lebih mudah memahami maksud penulis naskah asli.
sumber: http://ekadeau-skripsi.blogspot.com/2009/12/chapter-ii.html dan berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda