Serukan Demonstrasi, Oposisi Sudan Ditangkap

Pasukan Sudan kemarin menangkap pemimpin oposisi yang juga ulama ternama Sudan, Hassan al-Turabi karena menyerukan aksi revolusi seperti rakyat Tunisia. Turabi menggelerokan semangat rakyat Sudan agar turun ke jalan jika harga kebutuhan pokok terus meroket.

“Mereka (petugas keamanan) menangkap Turabi dengan menggunakan kendaraan dalam jumlah besar, mereka sempat berkelahi dengan salah satu stafnya,” ujar sekertaris Turabi, Awad Babiker kepada Reuters.

Pemimpin oposisi Sudan itu pada Minggu (16/1) mengancam akan mengajak pendukungnya untuk turun ke jalan jika pemerintah tidak merombak menteri keuangan dan membekukan parlemen. Pasalnya, kenaikan harga bahan kebutuhan hidup sangat menyengsarakan rakyat.

Turabi, mantan sekutu Presiden Omar al-Bashir, sebenarnya berulang kali ditangkap sejak dia mendirikan Partai Kongres Populer (PCP). Dia pernah ditahan selama satu bulan setengah di tahanan pada 2010 setelah dia dituduh berulang kali melakukan kecurangan pemilu.

“Kerusuhan di Tunisia pekan lalu sepertinya disebabkan karena kemiskinan, dan kurangnya reformasi politik. Hal yang menakutkan seperti bakal terjadi di Sudan Selatan,” kata Turabi. “Negara ini dikenal memanas sebelumnya,” katanya mengacu pada pemberontakan di Sudan pada1964 dan 1985. “Apa yang terjadi di Tunisia adalah pengingat. Itu sepertinya bakal terjadi di Sudan,” tegasnya.

“Jika tidak, maka akan ada banyak pertumpahan darah. Seluruh negeri akan dikuasai militer. Di kota-kota hal itu akan menjadi pemberontakan rakyat, namun di Darfur, dan juga di Kordofa, mereka memiliki banyak senjata,” katanya. Turabi dikenal memiliki jaringan pemberontak di Darfur, meskipun dia membantahnya. “Sudan bukan negara kecil seperti Tunisia, tapi jika meledak, maka kerusuhan bakal lebih buruk dibandingkan Somalia,” imbuhnya.

Penggulingan Ben Ali dari kekuasaannya telah menggema di seluruh dunia Arab, meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas di negara-negara lain di kawasan yang berbagi campuran dalam hal yang sama baik dalam masalah sosial, ekonomi dan politik seperti Tunisia.

Penangkapan Turabi juga datang di saat yang sensitif secara politis bagi pemerintah Presiden Omar Hassan al-Bashir. Pasalnya, pemerintahan saat ini telah kehilangan kontrol atas wilayah selatan penghasil minyak dalam referendum yang telah disetujui sebagai bagian dari kesepakatan damai 2005 hingga mengakhiri perang sipil utara-selatan .

Sudan juga jauh terjun ke dalam krisis ekonomi dengan defisit transaksi berjalan dan devaluasi mata uang yang membuat inflasi. Bulan ini Khartoum memotong subsidi pada produk minyak dan komoditas gula, memicu protes selama seminggu terakhir, namun diatasi dengan tongkat dan tembakkan gas air mata ke arah demonstran.

Turabi adalah tokoh kunci dibalik kudeta tahun 1989 yang membawa Bashir menduduki tampuk kekuasaan. Turabi sudah telah menghabiskan masa yang panjang di penjara atau tahanan rumah atas komentar blak-blakannya sejak dirinya mulai beroposisi terhadap Bashir pada tahun 1999. (AFP/Rtr/BBC/andika hm)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda