Amnesti Kunci Rekonsiliasi
JAKARTA – Pengalaman sejumlah negara menunjukkan pengampunan (amnesti) menjadi kunci utama rekonsiliasi politik. Bagi Indonesia, kepemimpinan kuat justru dipandang berperan sebagai solusi konflik.
Mantan Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra mengungkapkan, pemberian maaf membuka pintu penye le - saian konflik secara damai karena mengedepankan di alog. Pendiri Partai Thai Rak Thai (TRT) ini mengakui pe ngam - pun an tidak mudah dila ku kan karena harus meng amendemen undang-undang dan dianggap tidak populis ka re na bi - sa menurunkan citra partai. Tapi, pilihan itu harus di am - bil jika cita-cita rekonsiliasi ingin diwujudkan.
“Karena rekonsiliasi mem bu tuhkan am nesti. Saya tidak akan membalas dendam kepada para musuh politik,” ungkap Thaksin dalam peluncuran jurnal Stra - te gic Reviewyang juga dihadiri mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta dan pe mim - pin oposisi Malay sia Anwar Ibrahim di Jakarta kemarin. Merujuk situasi politik Thailand, Thaksin mengakui banyak kalangan tidak meng - inginkan dirinya kembali. “Ji - ka saya kembali, mereka takut kalah pemilu.
Seperti di ke ta - hui, di masa lalu partai kami selalu menang,” ungkap pe bis - nis yang pernah memilik klub Manchester City ini. Amnesti sebagai solusi kon - flik juga ditekankan Jose Ramos Horta. Peraih Nobel Per da - maian 1996 ini mengaku telah memberikan maaf dan pe - ngam punan kepada banyak orang semasa menjabat se ba - gai presiden. “Saya kerap di kri tik karena terlalu mudah me maaf kan. Saya dianggap se ba gai pre siden yang paling ba nyak me loloskan kebijakan pe ngam pun - an,” tutur pendiri Par tai Fre - tilin ini. Horta me ngakui, ampunan itu di salah satu sisinya me la - hirkan risiko politik.
“Bila mem berikan pe ngampunan me ru pakan se buah dosa, biar - lah saya hidup dengan dosa itu,” kata alumnus Columbia University yang kemarin me - ngenakan busana kasual ini. Mantan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim lebih me ne kan - kan pen tingnya kebebasan dan de m okrasi dalam me wu jud - kan rekonsiliasi. ”Untuk men - ce gah ter ja di nya konflik, di - per lukan to le ran si terhadap ada nya per beda an,” kata dia.
Sementara itu, Presiden Su - silo Bambang Yudhoyono da - lam sambutannya menilai, penanganan konflik mem - butuhkan kepemimpinan yang kuat karena penyelesaian per - masalahan tersebut tidak mu - dah dan kompleks. Kepala Ne - ga ra mengatakan, ke pemimpinan yang kuat ditandai de - ngan kemampuan mengen da li - kan, menganalis situasi, dan berpikir cepat sehingga kon - flik dapat diredam serta d i - selesaikan. “Saya percaya bahwa setiap konflik dapat diselesaikan dengan political solution,” kata Presiden mengawali paparan mengenai sejumlah poin yang harus diketahui dalam pe - nanganan konflik.
Presiden men jelaskan, dengan ke pu tus - an dan analisis politik yang te - pat, konflik tidak akan meluas dan dapat diselesaikan. Jurnal Strategic Reviewme - ru pakan jurnal berbahasa Ing gris yang memuat artikelar ti kel dan pemikiran dari ber ba gai tokoh mengenai ke - pe mim pinan, penelaahan isu, dan ke bijakan terkait In do - nesia, re gional maupun in ter - nasional. Dikomandani Pemimpin Re daksi Nur Hassan Wirajuda, jur nal tersebut mulai diter bit - kan pada Agustus 2011 dan di - luncurkan resmi pada Juli 2012.
Tokoh lain yang mem be ri - kan kontribusi ter ha dap jurnal ini antara lain mantan Menhan Juwono Su dar sono, Mendag Gita Wir ja wan, dan Agus Widjojo. Presiden memberikan apre - siasi atas peluncuran tersebut dan berharap agar jurnal ini dapat memberikan informasi kepada dunia mengenai pe mi - kiran dan k eb i jak an strategis di Indonesia. ●andika hendra mustaqim
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/511938/38/
Komentar