Tabrakan Kereta di Polandia Tewaskan 15 Orang
WARSAWA– Tabrakan dua kereta di Szczekociny, Polandia Selatan, Sabtu (3/3) menewaskan 15 orang dan melukai 60 orang lainnya.Kecelakaan itu yang terburuk di Polandia sejak 1990.
“Jumlah korban tewas akibat bencana kereta ini meningkat menjadi 15 orang. Dipastikan tidak ada lagi korban luka di dalam kereta.Semuanya telah dievakuasi,” kata Menteri Dalam Negeri Polandia Jacek Cichocki,dikutip AFP. Sebanyak 60 orang dilarikan ke rumahsakitakibatlukaberat dan ringan. Menurut petugas penyelamat, separuh korban luka mengalami cedera serius.
Petugas masih mengidentifikasi korban tewas dan korban luka-luka. Namun, evakuasi berjalan lambat karena kondisi dua kereta yang mengalami kerusakan amat parah. Padahal pemerintah telah mengerahkan lebih dari 450 pemadam kebakaran dan 100 polisi dalam upaya penyelamatan ini. “Kondisinya sangat sulit. Banyak bagian kereta api yang hancur berkeping-keping.
Salah satu gerbong bahkan terpotong jadi dua bagian,” kata Grzegors Widawski, anggota pemadam kebakaran, dikutip kantor berita PAP. Sejumlah saksi mata menceritakan saat kecelakaan fatal itu. “Kami mendengar suara dentuman keras dan sesaat kemudian kami terpental dari kursi kami. Saya melihat banyak potongan tubuh di dalam dan di luar gerbong kereta,” kata seorang penumpang, dikutip BBC.
Tabrakan antara kereta rute Warsawa-Krakow dan kereta Przemysl-Warsawa itu terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat atau Minggu (4/3) pukul 03.00 WIB.Tragedi yang melibatkan dua kereta yang membawa 350 penumpang itu dianggap yang terburuk di Polandia sejak 1990. “Kecelakaan ini tragedi terburuk sejak puluhan tahun terakhir. Saya khawatir jumlah korban tewas akan bertambah,” kata Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, yang mengunjungi lokasi bencana. andika hendra m
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/474943/
“Jumlah korban tewas akibat bencana kereta ini meningkat menjadi 15 orang. Dipastikan tidak ada lagi korban luka di dalam kereta.Semuanya telah dievakuasi,” kata Menteri Dalam Negeri Polandia Jacek Cichocki,dikutip AFP. Sebanyak 60 orang dilarikan ke rumahsakitakibatlukaberat dan ringan. Menurut petugas penyelamat, separuh korban luka mengalami cedera serius.
Petugas masih mengidentifikasi korban tewas dan korban luka-luka. Namun, evakuasi berjalan lambat karena kondisi dua kereta yang mengalami kerusakan amat parah. Padahal pemerintah telah mengerahkan lebih dari 450 pemadam kebakaran dan 100 polisi dalam upaya penyelamatan ini. “Kondisinya sangat sulit. Banyak bagian kereta api yang hancur berkeping-keping.
Salah satu gerbong bahkan terpotong jadi dua bagian,” kata Grzegors Widawski, anggota pemadam kebakaran, dikutip kantor berita PAP. Sejumlah saksi mata menceritakan saat kecelakaan fatal itu. “Kami mendengar suara dentuman keras dan sesaat kemudian kami terpental dari kursi kami. Saya melihat banyak potongan tubuh di dalam dan di luar gerbong kereta,” kata seorang penumpang, dikutip BBC.
Tabrakan antara kereta rute Warsawa-Krakow dan kereta Przemysl-Warsawa itu terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat atau Minggu (4/3) pukul 03.00 WIB.Tragedi yang melibatkan dua kereta yang membawa 350 penumpang itu dianggap yang terburuk di Polandia sejak 1990. “Kecelakaan ini tragedi terburuk sejak puluhan tahun terakhir. Saya khawatir jumlah korban tewas akan bertambah,” kata Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, yang mengunjungi lokasi bencana. andika hendra m
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/474943/
Komentar