Tabrakan Kereta di Polandia, 14 Tewas
WARSAWA – 14 orang dinyatakan meninggal dan 60 orang terluka akibat tabrakan kereta di Szczekociny, Polandia selatan, pada Sabtu malam (3/3) waktu setempat. Kecelakaan itu dianggap terburuk di Polandia sejak 1990.
“Jumlah korban tewasakibat bencana kereta ini meningkat menjadi 14 orang,” kata Menteri Dalam Negeri Polandia Jacek Cichocki dikutip AFP. “Dipastikan tidak ada lagi korban luka lagi yang ada di dalam kereta. Semuanya telah dievakuasi,” imbuhnya.
60 orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka berat dan ringan. Menurut petugas penyelamat, separuh korban luka itu dalam kondisi serius.
Petugas juga masih mengidentifikasi korban, terutama korban meninggal dunia.
Namun, upaya evakuasi berjalan lambat karena kondisi dua kereta api yang terlibat kecelakaan itu amat parah. Padahal, pemerintah menerjunkan sedikitnya 450 anggota pemadam kebakaran dan 100 orang polisi dalam upaya penyelamatan ini.
“Kondisinya sangat sulit. Banyak bagian kereta api yang hancur berkeping-keping. Salah satu gerbing bahkan terpotong jadi dua bagian,” kata Grzegors Widawski, seorang anggota pemadam kebakaran seperti dikutip kantor berita PAP.
Sementara itu, sejumlah saksi mata menceritakan saat-saat terjadinya kecelakaan fatal itu.
“Kami mendengar suara dentuman keras dan sesaat kemudian kami terpental dari kursi kami,” kata seorang penumpang dikutip BBC. “Saya melihat banyak serpihan tubuh di dalam dan di luar gerbong,” ujar saksi yang namanya tak disebutkan itu.
Tabrakan antara kereta api rute Warsawa-Krakow dan kereta api Przemysl-Warsawa itu terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat atau pada Minggu (4/3) pukul 03.00 dini hari WIB. Tragedi yang melibatkan dua kereta api yang membawa sedikitnya 350 orang penumpang itu dianggap yang terburuk di Polandia sejak 1990.
“Kecelakaan ini adalah tragedi terburuk sejak puluhan tahun terakhir,” kata Perdana Menteri Polandia Donald Tusk yang mengunjungi lokasi bencana. “Saya khawatir jumlah korban tewas akan bertambah.”
Pemerintah Polandia kemarin menggelar penyelidikan terkait tabrakan dua kereta api cepat di Stasiun Szczekonicy. Mereka ingin mengetahui alasan tabrakan fatal itu terjadi.
Pada 1990, sebanyak 16 orang tewas dalam tabrakan dua kereta api di Ursus, pinggiran ibukota Warsawa. Sepuluh tahun sebelumnya kecelakaan kereta api juga terjadi di Otoczyn, dekat Torun di sebelah utara negeri itu. Dalam kecelakaan itu sebuah kereta barang menghantam sebuah kereta penumpang dan mengakibatkan 67 orang tewas dan 62 orang lainnya luka. (andika hendra m)
“Jumlah korban tewasakibat bencana kereta ini meningkat menjadi 14 orang,” kata Menteri Dalam Negeri Polandia Jacek Cichocki dikutip AFP. “Dipastikan tidak ada lagi korban luka lagi yang ada di dalam kereta. Semuanya telah dievakuasi,” imbuhnya.
60 orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka berat dan ringan. Menurut petugas penyelamat, separuh korban luka itu dalam kondisi serius.
Petugas juga masih mengidentifikasi korban, terutama korban meninggal dunia.
Namun, upaya evakuasi berjalan lambat karena kondisi dua kereta api yang terlibat kecelakaan itu amat parah. Padahal, pemerintah menerjunkan sedikitnya 450 anggota pemadam kebakaran dan 100 orang polisi dalam upaya penyelamatan ini.
“Kondisinya sangat sulit. Banyak bagian kereta api yang hancur berkeping-keping. Salah satu gerbing bahkan terpotong jadi dua bagian,” kata Grzegors Widawski, seorang anggota pemadam kebakaran seperti dikutip kantor berita PAP.
Sementara itu, sejumlah saksi mata menceritakan saat-saat terjadinya kecelakaan fatal itu.
“Kami mendengar suara dentuman keras dan sesaat kemudian kami terpental dari kursi kami,” kata seorang penumpang dikutip BBC. “Saya melihat banyak serpihan tubuh di dalam dan di luar gerbong,” ujar saksi yang namanya tak disebutkan itu.
Tabrakan antara kereta api rute Warsawa-Krakow dan kereta api Przemysl-Warsawa itu terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat atau pada Minggu (4/3) pukul 03.00 dini hari WIB. Tragedi yang melibatkan dua kereta api yang membawa sedikitnya 350 orang penumpang itu dianggap yang terburuk di Polandia sejak 1990.
“Kecelakaan ini adalah tragedi terburuk sejak puluhan tahun terakhir,” kata Perdana Menteri Polandia Donald Tusk yang mengunjungi lokasi bencana. “Saya khawatir jumlah korban tewas akan bertambah.”
Pemerintah Polandia kemarin menggelar penyelidikan terkait tabrakan dua kereta api cepat di Stasiun Szczekonicy. Mereka ingin mengetahui alasan tabrakan fatal itu terjadi.
Pada 1990, sebanyak 16 orang tewas dalam tabrakan dua kereta api di Ursus, pinggiran ibukota Warsawa. Sepuluh tahun sebelumnya kecelakaan kereta api juga terjadi di Otoczyn, dekat Torun di sebelah utara negeri itu. Dalam kecelakaan itu sebuah kereta barang menghantam sebuah kereta penumpang dan mengakibatkan 67 orang tewas dan 62 orang lainnya luka. (andika hendra m)
Komentar