China Mulai Sesi Sidang Parlemen

BEIJING – Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao kemarin membuka Kongres Nasional Rakyat (NPC) di Tembok Raksasa China. Sidang parlemen kali sangat penting karena merupakan kongres terakhir pada masa kepemimpinan Presiden Hu Jintao dan PM Wen.

Dalam pidatonya, Wen berjanji akan memangkas target pertumbuhan dari 8% menjadi 7,5%. Di depan 3.000 delegasi, Wen memaparkan fokus pemerintahannya mengenai hak kepemilikan tanah dan belanja militer. Selain itu, dia menjelaskan mengenai target penciptaan lapangan kerja sebesar sembilan juta pekerjaan baru di kota kecil dan besar.

Sidang kali ini merupakan sejarah penting sebelum China memasuki masa transisi kepemimpinan. Peralihan kekuasaan selama satu dekade itu bakal dilangsungkan pada Oktober nanti. Diprediksi Wakil Presiden Xi Jingping bakal menjadi mengambil kepemimpinan Partai Komunis dari Presiden Hu Jintao.

Wen mengungkapkan berbagai upaya bakal dilakukan untuk merubah pola pembangunan ekonomi. Dengan tujuan akhir, kata dia, membuat ekonomi lebih memperhatikan keberlanjutan dan efesiensi. China juga mematok angka inflasi pada 4%. Konsumsi domestik juga bakal ditingkatkan, peningkatan belanja untuk pelayanan sosial dan meningkatkan pendapatkan kelompok berpendapatan menengah dan rendah.

“Kita ingin memberdayakan dan meningkatkan pembangunan ekonomi, menjaga harga tetap stabil, dan mempertahankan resistensi terhadap krisis keuangan,” kata Wen dikutip BBC. Mengenai isu tanah, kata Wen, menjadi topik yang bakal diperhatikan.

Isu keamanan juga menjadi utama pada pertemuan. Parlemen telah menyepakati kenaikan anggaran pertahanan China sebesar 11,2%. “Kita akan meningkatkan kemampuan militer agar sesuai dengan tugas mereka,” kata Wen.

Dia juga memaparkan bahwa China harus meningkatkan kemampuan militer untuk memenangkan “perang lokal. Itu seiring dengan ambisi China yang kerap mengklaim teritorial bersengketa di wilayah Asia. Salah satunya ada kekisruhan China dengan Vietnam dan Filipina mengenai batas laut di Laut China Selatan. Selain itu, ketegangan teritorial di Laut China Selatan, China juga bermusuhan dengan Jepang dan Korea Selatan.

Dengan anggaran militer yang besar, maka China terus berambisi untuk memodernisasi peralatan dan teknologi militer. Beijing telah mengambangkan teknologi satelit dan perang cyber dalam beberapa tahun terakhir. Negeri Panda itu berhasil mengembangkan teknologi kapal pengangkut pesawat tempur pertama sepanjang 300 meter pada Agustus silam. Meskipun mereka paham bahwa, teknologi Beijing masih jauh dibandingkan Amerika Serikat (AS).

“Beijing berkeinginan untuk terus berinovasi dalam pertahanan berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dan pengembangan senjata dan peralatan lainnya,” kata Wen. “Kita dengan penut semangat menggelar latihan militer dengan kondisi jaman informasi,” tuturnya dikutip AFP.

Tidak ketinggalan, Wen mengutarakan bahwa China bakal memodernisasi kepolisian bersenjata agar mereka mampu menghadapi kerusuhan domestik. Beijing memang kerap menghadapi kerusuhan di Tibet dan Xinjiang. Namun, China mengklaim isu itu menjadi urusan domestik dan berkaitan dengan separatis. (andika hendra m)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda