Tank-Tank Suriah Tembaki Oposisi
DAMASKUS – Pasukan Pemerintah Suriah kemarin menembaki Kota Homs yang menjadi pusat demonstran antirezim. Militer juga terus memburu para pembelot di Kota Banias. Militer menembakkan roket dari tank-tank sepanjang hari.
“Rentetan senjata dan ledakan artileri terdengar sejak kemarin di perkampungan Bab Amr, Kota Homs, dan di desa lain Mashada,Jobar,dan Sultanya,” ujar aktivis hak asasi manusia (HAM) Najati Tayara kepada AFPseraya menambahkan bahwa desa berpenduduk 100.000 jiwa beretnik Badui itu menjadi target operasi keamanan sejak Senin lalu (9/5).
Tayara mengatakan,militer Suriah menyisir wilayah pertanian untuk mencari senjata dan menebar ketakutan kepada penduduk.“Para agen keamanan ikut dalam aksi perampasan properti penduduk,”katanya. Ia juga menambahkan, 50 tank telah dikerahkan di Kota Homs.“Pos-pos pemeriksaan didirikan di pintu masuk Kota Homs,”lanjutnya. Sementara kota-kota sekitar Daara, Suriah selatan, dirazia aparat. Adapun daerah pinggiran Ibu Kota Damaskus juga sudah dikepung.
Ribuan orang dilaporkan ditahan dan ratusan orang tewas dalam penumpasan gerakan oposisi. Pemerintah Suriah bersikukuh bahwa aparatnya mengejar kelompok teroris bersenjata. Aparat keamanan mengatakan mereka berhasil menyita senjata dan amunisi serta 150 kendaraan bermotor yang menurut pemerintah digunakan teroris untuk melancarkan serangan.
Sementara itu, para diplomat di Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) mengatakan, tekanan internasional memaksa Suriah mencabut rencananya mencalonkan diri masuk sebagai anggota Dewan HAM PBB. Namun belum ada konfirmasi resmi mengenai laporan ini. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengimbau Suriah agar mengambil langkah yang lebih lunak terhadap oposisi.“
Saya sekali lagi mendesak Presiden Bashar al-Assad untuk mendengarkan seruan reformasi dan kebebasan serta menahan diri dari penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penangkapan massal para pengunjuk rasa,”kata Ban. Ban mengaku kecewa terhadap Suriah karena belum mengizinkan tim bantuan internasional masuk ke Kota Deera,tempat pergolakan antirezim yang dimulai Maret lalu.
Padahal tim itu sudah mendapat jaminan dari Assad. Menurut Rami Abdul Rahman dari pemantau HAM Suriah yang berbasis di London, sebanyak 450 demonstran di Kota Banias masih ditahan aparat.Sebanyak 270 pengunjuk rasa, kata dia,telah dibebaskan setelah adanya demonstrasi mendesak pembebasan demonstran. andika hendra m
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/398360/
“Rentetan senjata dan ledakan artileri terdengar sejak kemarin di perkampungan Bab Amr, Kota Homs, dan di desa lain Mashada,Jobar,dan Sultanya,” ujar aktivis hak asasi manusia (HAM) Najati Tayara kepada AFPseraya menambahkan bahwa desa berpenduduk 100.000 jiwa beretnik Badui itu menjadi target operasi keamanan sejak Senin lalu (9/5).
Tayara mengatakan,militer Suriah menyisir wilayah pertanian untuk mencari senjata dan menebar ketakutan kepada penduduk.“Para agen keamanan ikut dalam aksi perampasan properti penduduk,”katanya. Ia juga menambahkan, 50 tank telah dikerahkan di Kota Homs.“Pos-pos pemeriksaan didirikan di pintu masuk Kota Homs,”lanjutnya. Sementara kota-kota sekitar Daara, Suriah selatan, dirazia aparat. Adapun daerah pinggiran Ibu Kota Damaskus juga sudah dikepung.
Ribuan orang dilaporkan ditahan dan ratusan orang tewas dalam penumpasan gerakan oposisi. Pemerintah Suriah bersikukuh bahwa aparatnya mengejar kelompok teroris bersenjata. Aparat keamanan mengatakan mereka berhasil menyita senjata dan amunisi serta 150 kendaraan bermotor yang menurut pemerintah digunakan teroris untuk melancarkan serangan.
Sementara itu, para diplomat di Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) mengatakan, tekanan internasional memaksa Suriah mencabut rencananya mencalonkan diri masuk sebagai anggota Dewan HAM PBB. Namun belum ada konfirmasi resmi mengenai laporan ini. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengimbau Suriah agar mengambil langkah yang lebih lunak terhadap oposisi.“
Saya sekali lagi mendesak Presiden Bashar al-Assad untuk mendengarkan seruan reformasi dan kebebasan serta menahan diri dari penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penangkapan massal para pengunjuk rasa,”kata Ban. Ban mengaku kecewa terhadap Suriah karena belum mengizinkan tim bantuan internasional masuk ke Kota Deera,tempat pergolakan antirezim yang dimulai Maret lalu.
Padahal tim itu sudah mendapat jaminan dari Assad. Menurut Rami Abdul Rahman dari pemantau HAM Suriah yang berbasis di London, sebanyak 450 demonstran di Kota Banias masih ditahan aparat.Sebanyak 270 pengunjuk rasa, kata dia,telah dibebaskan setelah adanya demonstrasi mendesak pembebasan demonstran. andika hendra m
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/398360/
Komentar