Skandal Seks Strauss-Kahn: Dari Kamar Senilai USD3.000 Hingga Tahanan Polisi’

Dominique Strauss-Kahn, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), berusaha membuktikan bahwa dirinya bukanlah orang yang hidup gemerlap. Pasalnya, dia adalah kandidat presiden dari Partai Sosialis. Tapi, dunia terbelalak ketika dia ternyata tinggal di kamar 2806 Hotel Sofitel di dekat Times Square, Manhattan, New York yang dikenal sangat mewah.

Kamar hotel senilai USD3.000 semalam itu dilengkapi dengan ruang konferensi, kamar keluarga, kamar tidur dan kamar mandi itu. Tapi, kamar itu menjadi saksi kebrutalan seksualitasnya terhadap seorang pelayan kulit hitam. Sungguh ironis, kekerasan seksual dilakukan oleh orang terpenting dalam arsitek ekonomi dunia.

Mantan Menteri Keuangan Prancis yang kini memiliki penghasilan USD420.930 dan bebas pajak itu kini meringkuk di penjara di Harlem, kantor Departemen Polisi New York (NYPD). Dia dituduh tindakan kriminal seksual dan percobaan pemerkosaan.

Diplomat dari Konsul Jenderal Prancis telah bertemu dengan Strauss-Kahn. Menurut juru bicara konsulat di New York, Strauss-Kahn ditahan sepetri kebanyakan tahanan lainnya.

Hanya saja, belum jelas apa yang saja dilakukan pria yang telah menikah tiga kali dan memiliki empat anak itu di New York. Padahal, kerjanya dia berada di Washington.

Para pengacara Strauss-Kahn memiliki bukti bahwa kliennya berada di sebuah restoran bersama putrinya saat dia dituduh melakukan kejahatan seksual terhadap serang pelayan hotel. Seperti dilaporkan radio RMC di Paris, para pengacara mengatakan Strauss-Kahn membayar tagihan dan menyerahkan kunci kamar. Kemudian, dia makan siang bersama putrina setelah itu menuju bandara dengan taksi.

RMC melaporkan bahwa waktu yang dituduhkan pelayan bahwa dia dilecehkan itu bersamaan dengan Straus-Kahn meninggalkan hotel. Mereka juga mengklaim telah memiliki bukti material dan saksi mata. Laporan awal yang disebutkan NYPD menyebutkan bahwa Strauss-Kahn dilaporkan melarikan diri dari hotel dengan Air France. Media Prancis melaporkan kalau Strauss-Kahn memiliki perjanjian dengan Air France yang membebaskan dirinya naik pesawat itu kapanpun.

Istri Strauss-Kahn, Anne Sinclair, mantan presenter televisi, sedang berada di apartemennya di Paris saat suaminya ditahan. Setelah suaminya ditangkap polisi, dia pun bersama-sama dengan rekan-rekannya. Dia tetap percaya dengan suaminya.

Semua politisi Prancis sangat paham mengenai kelakuan Strauss-Kahn terhadap perempuan. Dia kerap disebut sebagai predator perempuan, itu menjadi rahasia terbuka dalam lingkaran politik Prancis.

Para sekutu Strauss-Kahn juga mengetahui reputasinya yang kerap tergoda dengan perempuan. Salah satu petinggi Partai Sosialis menyebutkan kalau Strauss-Kahn tidak pernah menyembunyikan kalau dirinya adalah seorang “libertine” (orang yang tidak menghargai wanita). Tetapi teman-temannya tidak berpikir kalau Strauss-Kahn berbuat sejauh itu hingga memperkosa seorang perempuan.

Michel Taubmann, penulis otobiografi Strauss-Kahn, menceritakan bagaimana politisi itu menikah dengan pacarnya saat berusia 18 tahun. Itu dilakukan sebelum dia menikah kembali sebanyak dua kali. “Dia memang dikenal sebagai penggoda, tetapi tidak memiliki catatan sebagai pemerkosa,” katanya. (andika hendra m)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda