Pakistan Kecam NATO

ISLAMABAD– Militer Pakistan kemarin mengajukan “protes keras” terhadap dua helikopter Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan, yang malah mengarah ke Pakistan.

Pakistan menganggap dua helikopter NATO itu melanggar batas udara negara tersebut. “Militer Pakistan mengajukan protes keras dan meminta rapat darurat dengan pejabat NATO,”kata juru bicara militer Pakistan Mayor Jenderal Athar Abbas. “Dua helikopter melanggar batas wilayah udara Pakistan hari ini (kemarin) di Admi Kot Post, Waziristan utara.

Pasukan di pos perbatasan menembaki helikopter itu dan terjadi baku tembak, dua tentara kita terluka.” Waziristan utara kerap menjadi pelanggaran batas wilayah yang dilakukan NATO.Dengan alasan wilayah itu menjadi basis para gerilyawan Al-Qaeda, NATO kerap mengirimkan pesawat tanpa awak untuk menghancurkan target tertentu. Seorang pejabat militer NATO di Kabul membenarkan insiden itu. Dua helikopter yang berbasis di Afghanistan timur membalas serangan setelah diserang Pakistan.Namun, dia tidak menyebutkan apakah helikopter itu menembak di wilayah udara Afghanistan atau telah melintasi perbatasan dan masuk Pakistan.

Seorang pejabat pemerintah lokal menyebutkan dua helikopter NATO melintasi Waziristan utara dan bertahan selama 10 menit. Helikopter itu balik arah setelah pasukan Pakistan di perbatasan menembakinya di wilayah Datta Khel,sekitar 40 km barat Kota Miranshah. “Sebuah senjata artileri ditembakkan ke arah pegunungan dan dua tentara kita tewas,” ujarnya. Beberapa helikopter Pakistan langsung menuju Kota Miranshah setelah adanya laporan penyusupan. Datta Khel selama ini memang menjadi tempat persembunyian pejuang yang loyal kepada Al-Qaeda.Wilayah itu sering menjadi target serangan udara Amerika Serikat.

Distrik itu juga menjadi benteng pertahanan gerilyawan yang loyal kepada Hafiz Gul Bahadur,komandan utama Taliban Pakistan. Dua helikopter NATO itu sebenarnya hendak menyerang kompleks gerilyawan dan sebuah kendaraan di Mir Ali,Waziristan utara. Helikopter itu menembakkan dua rudal ke sebuah kendaraan. Menurut pejabat keamanan di Peshawar, serangan itu menewaskan sembilan gerilyawan dan melukai dua orang lainnya. “Serangan pertama merusak kompleks rumah dan menewaskan enam gerilyawan.Serangan kedua menewaskan tiga orang yang berada di dalam kendaraan,” ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya.

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Pakistan berada di titik nadir karena penggerebekan pada 2 Mei silam di Abbottabad, yang menewaskan Osama bin Laden. Parlemen Pakistan pun mengecam operasi itu karena melanggar kedaulatan bangsa. “Setelah insiden 2 Mei, kewaspadaan tinggi di perbatasan,” ujar salah satu pejabat keamanan. “Pasukan diperintahkan merespons cepat jika ada upaya penyusupan.” Serangan NATO itu berlangsung setelah kunjungan Senator AS John Kerry ke Islamabad.

Itu menjadi kunjungan pertama tokoh AS setelah penggerebekan terhadap Osama.Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton juga berencana mengunjungi sekutunya itu setelah pemimpin Pakistan marah. Pada tahun lalu, 100 serangan pesawat tanpa awak yang dilakukan AS menewaskan 670 orang. Badan Pusat Intelijen AS (CIA) menyatakan program itu telah mengganggu kepemimpinan Al-Qaeda. Perasaan anti-Amerika semakin meluas di kalangan rakyat Pakistan,setelah kontraktor CIA menembak mati dua pria Pakistan di jalanan Lahore pada Januari silam.Ditambah lagi dengan penyerangan terhadap Osama tanpa koordinasi dengan militer Pakistan.Presiden AS Barack Obama menyatakan negaranya memiliki hak untuk bertindak di tanah Pakistan.

Sementara dari Beijing, Perdana Menteri (PM) Pakistan Yousuf Raza Gilani kemarin memulai kunjungan resmi ke China. Sepertinya Islamabad ingin mendekati Beijing setelah insiden pembunuhan Osama bin Laden. China telah menunjukkan sikap mendekati Pakistan. Gilani juga diperkirakan mencari kepastian hubungan baik dengan Beijing. andika hendra m

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda