Bos IMF Bersumpah Melawan
NEW YORK– Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Dominique Strauss-Kahn bersumpah akan melawan tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang pelayan hotel.
Dia menyangkal telah melakukan kejahatan seksual. Strauss-Kahn sebenarnya dijadwalkan untuk diperiksa di pengadilan pada Minggu (15/5) waktu New York, Amerika Serikat. Namun, kesaksiannya di pengadilan diundur hingga kemarin. Strauss-Kahn menghadiri persidangan untuk menghadapi tuntutan kejahatan seksual yang dilayangkan seorang pegawai hotel. Saat disidang, dia mengenakan kemeja berwarna terang dan jas hitam. Strauss-Kahn duduk di kursi terdakwa untuk mengajukan pembelaan dan jaminan.
Dia disidang oleh Hakim Pengadilan Kriminal Manhattan Melissa Jackson.Umumnya, pengadilan negara bagian New York itu mengadili pelaku kriminal karena kepemilikan obat-obatan, perkelahian, dan pencurian ringan. Strauss-Kahn ditangkap pada Sabtu (14/5) di dalam pesawat Air France yang akan membawanya ke Paris,Prancis. Salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia itu dituduh melakukan kejahatan seksual terhadap seorang perempuan 32 tahun yang bekerja di Sofitel, hotel berbintang lima di dekat Times Square,New York. Kuasa hukum Strauss- Kahn, Benjamin Brafman, mengatakan, kliennya akan membela diri dari semua tuduhan.
“Dia menyangkal telah melakukan kejahatan,” ujar Brafman, seperti dilansir AFP, kemarin. Istri Strauss-Kahn, yang juga presenter televisi Prancis, Anne Sinclair, tidak percaya suaminya melakukan pelecehan seksual. Dia pun membela suaminya.“Saya tidak percaya atas tuduhan yang dilayangkan pada suami saya,”katanya. Penangkapan Strauss-Kahn diawali laporan seorang perempuan berusia 32 tahun yang bekerja sebagai seorang pelayan di Hotel Sofitel, Manhattan, New York. Perempuan itu mengaku mengalami pelecehan seksual yang dilakukan seorang tamu yang menginap di kamar mewah bertarif USD3.000 (Rp25,7 juta) per malam.
Setelah ditelusuri, tamu itu adalah Strauss-Kahn. Hingga kemarin polisi belum mengungkap identitas perempuan yang mengalami kejahatan seksual. Juru Bicara Departemen Polisi New York (NYPD) hanya menyebutkan perempuan itu berusia 32 tahun dan berasal dari Guinea, sebuah negara di Afrika Barat. “Perempuan, kulit hitam, 32 tahun,” ujar juru bicara polisi, dikutip dari New York Times. Strauss-Kahn diperkirakan maju dalam Pemilihan Presiden Prancis tahun depan. Kandidat dari Partai Sosialis itu kini memimpin di berbagai jajak pendapat. Dia diyakini menjadi pesaing berat bagi Presiden Prancis saat ini, Nicolas Sarkozy.
Dugaan Konspirasi
Teori konspirasi langsung berkembang di Prancis menyikapi penangkapan Strauss- Kahn. Banyak kalangan menduga insiden seksual itu memang ditujukan untuk menyudutkan Strauss-Kahn.Tujuannya adalah menjegal Strauss- Kahn dari bursa calon presiden. “Saya menganggap itu adalah konspirasi internasional. Ini merupakan bentuk baru pembunuhan politik,” kata anggota parlemen, Michelle Sabban,di Paris,Prancis. Loyalis Strauss-Kahn itu menduga ada konspirasi untuk menjebak mantan Menteri Keuangan Prancis itu.
“Semua orang mengetahui kelemahannya, yakni digoda perempuan. Itu bagaimana mereka menjebaknya.” Menteri Kerja Sama Luar Negeri Prancis, Henri de Raincourt, menganggap penangkapan Strauss-Kahn merupakan hasil kreasi motif politik. Meski demikian, dia enggan berkomentar lebih jauh. “Saya menolak untuk memberikan opini pribadi dan mengatakan, ya, itu adalah jebakan, atau tidak, itu bukan jebakan. Saya tidak mengetahui.” De Raincourt menegaskan, jika merupakan jebakan, skenario itu bukan suatu kredit bagi siapa pun yang mengagendakannya.
Anggota parlemen dari Partai Sosialis, Jean-Marie Le Guen,memandang bahwa mereka yang melaporkan informasi itu tidak mengetahui siapa sebenarnya Strauss-Kahn yang dikenal rakyat Prancis. Dunia hanya mengetahui Strauss- Kahn adalah Direktur Pelaksana IMF. Tetapi, bagi rakyat Prancis,Strauss-Kahn dianggap sebagai calon pemimpin yang menjanjikan dan membawa negara itu ke dalam stabilitas politik serta ekonomi.
Hadapi Tuduhan Lain
Di luar kasus New York, Strauss-Kahn juga menghadapi tuduhan di Prancis. Novelis dan jurnalis Tristane Banon, 31, mengajukan laporan yang menuduh Strauss-Kahn melakukan kejahatan seksual kepadanya pada 2002. Banon pada 2007 pernah mengajukan komplain formal terhadap otoritas mengenai tuduhan pelecehan seksual. “Kita merencanakan membuat komplain. Saya kini bekerja dengannya,” ujar kuasa hukum Banon,David Kaoubbi, kemarin.
Dia menambahkan, kliennya sebelumnya dibujuk ibunya agar tidak menempuh langkah hukum lantaran ibunya adalah anggota parlemen regional dari Partai Sosialis. Saat menjadi korban pelecehan seksual Strauss-Kahn, Banon berusia 20-an. Saat itu dia hendak menulis sebuah buku dan mewawancarai Strauss-Kahn. Ibu Banon, Anne Mansouret, mengatakan telah menasihati putrinya agar tidak mengajukan komplain formal. “Saya takut kalau itu justru menghancurkan kariernya sebagai jurnalis,” katanya kepada Rue89. Dia pun mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil anaknya.
Spekulasi Suksesi IMF
Di bagian lain, pejabat Uni Eropa kemarin berusaha mengecilkan dampak penangkapan Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn terhadap program-program bantuan keuangan Zona Euro. Komisi Eropa juga menekankan bahwa spekulasi atas suksesi orang nomor satu di IMF itu terlalu dini.Komisi Eropa menyatakan, posisi IMF penting dalam upaya menjinakkan krisis utang Eropa yang dalam beberapa bulan terakhir memicu kekhawatiran menjalar ke pasar internasional.
Strauss-Kahn yang masa tugasnya berakhir pada September 2012 sedianya mengadakan pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel guna membahas paket bantuan Yunani pada Minggu (15/5). Akibat penangkapan Strauss-Kahn di New York,pertemuan itu gagal terlaksana. Kemarin, Merkel menyatakan bahwa bagaimanapun Strauss-Kahn harus dianggap tidak bersalah hingga ada keputusan dari pengadilan. Karena itu, merupakan sesuatu yang penting agar tidak ada suara apa pun dan muncul anggapan bersalah terhadap Strauss-Kahn. Terkait isu suksesi pimpinan IMF, Merkel menyatakan bahwa di negara-negara berkembang memang beredar wacana bahwa anggotanya memiliki klaim untuk memimpin IMF maupun Bank Dunia.
”Tetapi dalam situasi saat ini, ada alasan-alasan untuk mengatakan bahwa Eropa memiliki kandidat yang baik untuk menggantikan Strauss- Kahn sebagai Direktur Pelaksana IMF jika ia turun,” katanya. Sebelumnya, melalui juru bicaranya, Steffen Seibert, Merkel menyatakan IMF tetap dapat memainkan peranannya dalam mencari jalan keluar krisis di Zona Euro. “IMF akan memainkan fungsi dalam masalah keuangan, khususnya di Zona Euro dengan melaksanakan aturan tanpa batas,”ujar Seibert. Dia menambahkan, saat ini tidak pantas mendiskusikan adanya suksesi bagi posisi Direktur Pelaksana IMF.
Menurutnya, Eropa tidak memiliki hak otomatis untuk posisi tersebut, meskipun mungkin ada kandidat yang cakap dari kawasan itu. Ketika ditanya apakah Jerman akan menunjuk Mario Draghi, yang saat ini menjabat Gubernur Bank Italia, sebagai suksesor Strauss-Kahn,Seibert menyatakan bahwa Jerman justru menginginkan Draghi menjadi Presiden Bank Sentral Eropa. Di bagian lain,Bank Sentral Italia kemarin menyatakan bahwa Mario Draghi tidak tertarik untuk menduduki posisi sebagai Direktur Pelaksana IMF. Pernyataan tersebut menyusul santernya pencalonan Draghi yang pada pertemuan menteri keuangan Eropa kemarin disebut-sebut menjadi kandidat kuat Presiden Bank Sentral Eropa menggantikan Jean Claude Trichet.
Saham dan nilai tukar euro kemarin melemah, seiring meningkatnya kekhawatiran dampak penangkapan Direktur Pelaksana IMF. Investor khawatir, penangkapan tersebut mempertajam krisis keuangan Zona Euro yang sedang berjuang melawan krisis utang. Di Asia, perdagangan di bursa Tokyo ditutup turun 0,94% (90,47 poin) di level 9.558,30, Sydney turun 1,30% (61,4 poin) ke tingkat dua bulan terendah 4.560, dan di Seoul ditutup melemah 0,75% (15,9 poin) di level 2,104.18. Sedangkan Hong Kong turun 1,36% (315,64 poin) dan Shanghai melemah 0,76% (21,96 poin). andika hendra m/AFP/rini harumi w/ yanto kusdiantono
Dia menyangkal telah melakukan kejahatan seksual. Strauss-Kahn sebenarnya dijadwalkan untuk diperiksa di pengadilan pada Minggu (15/5) waktu New York, Amerika Serikat. Namun, kesaksiannya di pengadilan diundur hingga kemarin. Strauss-Kahn menghadiri persidangan untuk menghadapi tuntutan kejahatan seksual yang dilayangkan seorang pegawai hotel. Saat disidang, dia mengenakan kemeja berwarna terang dan jas hitam. Strauss-Kahn duduk di kursi terdakwa untuk mengajukan pembelaan dan jaminan.
Dia disidang oleh Hakim Pengadilan Kriminal Manhattan Melissa Jackson.Umumnya, pengadilan negara bagian New York itu mengadili pelaku kriminal karena kepemilikan obat-obatan, perkelahian, dan pencurian ringan. Strauss-Kahn ditangkap pada Sabtu (14/5) di dalam pesawat Air France yang akan membawanya ke Paris,Prancis. Salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia itu dituduh melakukan kejahatan seksual terhadap seorang perempuan 32 tahun yang bekerja di Sofitel, hotel berbintang lima di dekat Times Square,New York. Kuasa hukum Strauss- Kahn, Benjamin Brafman, mengatakan, kliennya akan membela diri dari semua tuduhan.
“Dia menyangkal telah melakukan kejahatan,” ujar Brafman, seperti dilansir AFP, kemarin. Istri Strauss-Kahn, yang juga presenter televisi Prancis, Anne Sinclair, tidak percaya suaminya melakukan pelecehan seksual. Dia pun membela suaminya.“Saya tidak percaya atas tuduhan yang dilayangkan pada suami saya,”katanya. Penangkapan Strauss-Kahn diawali laporan seorang perempuan berusia 32 tahun yang bekerja sebagai seorang pelayan di Hotel Sofitel, Manhattan, New York. Perempuan itu mengaku mengalami pelecehan seksual yang dilakukan seorang tamu yang menginap di kamar mewah bertarif USD3.000 (Rp25,7 juta) per malam.
Setelah ditelusuri, tamu itu adalah Strauss-Kahn. Hingga kemarin polisi belum mengungkap identitas perempuan yang mengalami kejahatan seksual. Juru Bicara Departemen Polisi New York (NYPD) hanya menyebutkan perempuan itu berusia 32 tahun dan berasal dari Guinea, sebuah negara di Afrika Barat. “Perempuan, kulit hitam, 32 tahun,” ujar juru bicara polisi, dikutip dari New York Times. Strauss-Kahn diperkirakan maju dalam Pemilihan Presiden Prancis tahun depan. Kandidat dari Partai Sosialis itu kini memimpin di berbagai jajak pendapat. Dia diyakini menjadi pesaing berat bagi Presiden Prancis saat ini, Nicolas Sarkozy.
Dugaan Konspirasi
Teori konspirasi langsung berkembang di Prancis menyikapi penangkapan Strauss- Kahn. Banyak kalangan menduga insiden seksual itu memang ditujukan untuk menyudutkan Strauss-Kahn.Tujuannya adalah menjegal Strauss- Kahn dari bursa calon presiden. “Saya menganggap itu adalah konspirasi internasional. Ini merupakan bentuk baru pembunuhan politik,” kata anggota parlemen, Michelle Sabban,di Paris,Prancis. Loyalis Strauss-Kahn itu menduga ada konspirasi untuk menjebak mantan Menteri Keuangan Prancis itu.
“Semua orang mengetahui kelemahannya, yakni digoda perempuan. Itu bagaimana mereka menjebaknya.” Menteri Kerja Sama Luar Negeri Prancis, Henri de Raincourt, menganggap penangkapan Strauss-Kahn merupakan hasil kreasi motif politik. Meski demikian, dia enggan berkomentar lebih jauh. “Saya menolak untuk memberikan opini pribadi dan mengatakan, ya, itu adalah jebakan, atau tidak, itu bukan jebakan. Saya tidak mengetahui.” De Raincourt menegaskan, jika merupakan jebakan, skenario itu bukan suatu kredit bagi siapa pun yang mengagendakannya.
Anggota parlemen dari Partai Sosialis, Jean-Marie Le Guen,memandang bahwa mereka yang melaporkan informasi itu tidak mengetahui siapa sebenarnya Strauss-Kahn yang dikenal rakyat Prancis. Dunia hanya mengetahui Strauss- Kahn adalah Direktur Pelaksana IMF. Tetapi, bagi rakyat Prancis,Strauss-Kahn dianggap sebagai calon pemimpin yang menjanjikan dan membawa negara itu ke dalam stabilitas politik serta ekonomi.
Hadapi Tuduhan Lain
Di luar kasus New York, Strauss-Kahn juga menghadapi tuduhan di Prancis. Novelis dan jurnalis Tristane Banon, 31, mengajukan laporan yang menuduh Strauss-Kahn melakukan kejahatan seksual kepadanya pada 2002. Banon pada 2007 pernah mengajukan komplain formal terhadap otoritas mengenai tuduhan pelecehan seksual. “Kita merencanakan membuat komplain. Saya kini bekerja dengannya,” ujar kuasa hukum Banon,David Kaoubbi, kemarin.
Dia menambahkan, kliennya sebelumnya dibujuk ibunya agar tidak menempuh langkah hukum lantaran ibunya adalah anggota parlemen regional dari Partai Sosialis. Saat menjadi korban pelecehan seksual Strauss-Kahn, Banon berusia 20-an. Saat itu dia hendak menulis sebuah buku dan mewawancarai Strauss-Kahn. Ibu Banon, Anne Mansouret, mengatakan telah menasihati putrinya agar tidak mengajukan komplain formal. “Saya takut kalau itu justru menghancurkan kariernya sebagai jurnalis,” katanya kepada Rue89. Dia pun mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil anaknya.
Spekulasi Suksesi IMF
Di bagian lain, pejabat Uni Eropa kemarin berusaha mengecilkan dampak penangkapan Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn terhadap program-program bantuan keuangan Zona Euro. Komisi Eropa juga menekankan bahwa spekulasi atas suksesi orang nomor satu di IMF itu terlalu dini.Komisi Eropa menyatakan, posisi IMF penting dalam upaya menjinakkan krisis utang Eropa yang dalam beberapa bulan terakhir memicu kekhawatiran menjalar ke pasar internasional.
Strauss-Kahn yang masa tugasnya berakhir pada September 2012 sedianya mengadakan pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel guna membahas paket bantuan Yunani pada Minggu (15/5). Akibat penangkapan Strauss-Kahn di New York,pertemuan itu gagal terlaksana. Kemarin, Merkel menyatakan bahwa bagaimanapun Strauss-Kahn harus dianggap tidak bersalah hingga ada keputusan dari pengadilan. Karena itu, merupakan sesuatu yang penting agar tidak ada suara apa pun dan muncul anggapan bersalah terhadap Strauss-Kahn. Terkait isu suksesi pimpinan IMF, Merkel menyatakan bahwa di negara-negara berkembang memang beredar wacana bahwa anggotanya memiliki klaim untuk memimpin IMF maupun Bank Dunia.
”Tetapi dalam situasi saat ini, ada alasan-alasan untuk mengatakan bahwa Eropa memiliki kandidat yang baik untuk menggantikan Strauss- Kahn sebagai Direktur Pelaksana IMF jika ia turun,” katanya. Sebelumnya, melalui juru bicaranya, Steffen Seibert, Merkel menyatakan IMF tetap dapat memainkan peranannya dalam mencari jalan keluar krisis di Zona Euro. “IMF akan memainkan fungsi dalam masalah keuangan, khususnya di Zona Euro dengan melaksanakan aturan tanpa batas,”ujar Seibert. Dia menambahkan, saat ini tidak pantas mendiskusikan adanya suksesi bagi posisi Direktur Pelaksana IMF.
Menurutnya, Eropa tidak memiliki hak otomatis untuk posisi tersebut, meskipun mungkin ada kandidat yang cakap dari kawasan itu. Ketika ditanya apakah Jerman akan menunjuk Mario Draghi, yang saat ini menjabat Gubernur Bank Italia, sebagai suksesor Strauss-Kahn,Seibert menyatakan bahwa Jerman justru menginginkan Draghi menjadi Presiden Bank Sentral Eropa. Di bagian lain,Bank Sentral Italia kemarin menyatakan bahwa Mario Draghi tidak tertarik untuk menduduki posisi sebagai Direktur Pelaksana IMF. Pernyataan tersebut menyusul santernya pencalonan Draghi yang pada pertemuan menteri keuangan Eropa kemarin disebut-sebut menjadi kandidat kuat Presiden Bank Sentral Eropa menggantikan Jean Claude Trichet.
Saham dan nilai tukar euro kemarin melemah, seiring meningkatnya kekhawatiran dampak penangkapan Direktur Pelaksana IMF. Investor khawatir, penangkapan tersebut mempertajam krisis keuangan Zona Euro yang sedang berjuang melawan krisis utang. Di Asia, perdagangan di bursa Tokyo ditutup turun 0,94% (90,47 poin) di level 9.558,30, Sydney turun 1,30% (61,4 poin) ke tingkat dua bulan terendah 4.560, dan di Seoul ditutup melemah 0,75% (15,9 poin) di level 2,104.18. Sedangkan Hong Kong turun 1,36% (315,64 poin) dan Shanghai melemah 0,76% (21,96 poin). andika hendra m/AFP/rini harumi w/ yanto kusdiantono
Komentar