Mucikari Penjarakan PSK di Kandang

Mantan informan polisi Michael Dalton dan mitranya, Nikki Chen, memperlakukan manusia bak hewan. Mereka selalu mengantarkan para Pekerja Seks Komersial (PSK) dari satu tempat pelacuran ke tempat lainnya menggunakan mobil yang didalamnya didesain seperti kandang hewan.

Kandang di dalam mobil VW van itu juga memiliki jeruci dan memiliki sel khusus. Bahkan, kunci pintu kandang itu pun seperti sel penjara pada umumnya. Polisi yakin mobil itu digunakan Dalton dan Chen untuk menjemput dan mengantar para PSK ke klien yang telah memesannya.

Selidik demi selidik, ternyata bisnis pelacuran yang dikelola Dalton dan Chen beromzet 1 juta poundsterling dalam kurun waktu enam bukan. Mereka menjalankan empat tempat pelacuran di Sunbury, Egham, West Drayton dan Surbiton, semuanya di sekitar London. Mereka memperdagangkan manusia dari China tanpa ijin.

Polisi London menangkap Dalton, 44, dan Chen, 56, serta mengamankan tujuh PSK dalam serangkaian penggrebekan. Mereka menghadapi tuntutan hukuman penjara yang cukup lama atas kejahatannya. Beberapa pihak lain yang terlibat dalam kerajaan bisnis seks juga ikut ditahan.

Dalam operasi penyamaran, polisi mengataman sedikitnya puluhan orang mengunjungi tempat pelacuran yang dikelola kedua pasangan tersebut setiap harinya. Tarif minimum setiap PSK per jamnya antara 60 poundsterling arau Rp810.000 hingga 120 poundsterling arau Rp1,62 juta.

Para PSK itu dipaksa bekerja untuk melunasi hutang. Keluarga dan mereka sendiri bakal terancam jiwanya jika melarikan diri. Mereka pun diperlakukan seperti binatang oleh Dalton dan Chen. Tak ada rasa kemanusiaan sama sekali yang ditunjukkan oleh sepasang mucikari yang dikenal tanpa ampun ketika menyiksa mereka.

Ketika para anak buahnya hidup sengsara, kehidupan Dalton dan Chen justru bertolak belakang. Mereka memiliki beberapa rumah di London dan memiliki dua mobil Mercedes dan sebuah mobil sport Lamborghini. Dipastikan, kekayaan mereka diperoleh dari bisnis haram itu.

Menurut pejabat kepolisian Kevin Hyland, pria yang menjalankan bisnis prostitusi pasti membuang kesengsaraan bagi para korbannya. Dia mengungkapkan, pada April lalu, mereka menangkap tiga pria yang mengeksploitasi perempuan.

“Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa bisnis pelacuran hanya identik dengan transaksi semata. Mereka tidak mau melihat cerita horor di balik layar bisnis itu,” papar Hyland kepada Daily Mail. Dia menambahkan pihak kepolisian akan terus mengungkapkan pejahat yang menyelundupkan perempuan ke Inggris dan memperdagangkan manusia.

Bersama Dalton dan Chen, polisi juga menangkap Ian Garrett, 43, yang berkonspirasi menyelundupkan orang ke Inggris dari Asia tenggara. Hal yang sama juga dilakukan Manjit Singh, 33, juga memperdagangkan manusia.

Menurut pejabat polisi Richard Martin, baik Chen, Dalton dan sekutunya membujuk para perempuan untuk bekerja di Inggris dengan jaminan mendapatkan kehidupan yan lebih baik. “Para PSK itu dipaksa melayani 12 lelaki hidup belang dalam sehari. Mereka dapat masuk ke Inggris dengan paspor dan visa palsu. Bahkan, beberapa diantara mereka tidak mengetahui akan dijadikan PSK ketika bekerja di Inggris,” ujarnya kepada the London Daily News. (DM/LDN/andika hm)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda