Koalisi Cameron Berkonsolidasi

Anggota kabinet pemerintahan baru Inggris kemarin menggelar rapat perdana dengan Dewan Keamanan Nasional. Dalam rapat tersebut, deputi Perdana Menteri (PM) Nick Clegg duduk disamping PM Inggris David Cameron bersama dengan Menteri Luar Negeri William Hague.

Juru Bicara Downing Street, kantor PM Inggris, mengungkapkan bahwa Cameron memimpin pertemuan pertama Dewan Keamanan Nasional yang baru dibentuk pada Rabu (12/5). Perdana menteri memulai pertemuan itu dengan memberikan penghargaan pada angkatan bersenjata Inggris dan menyatakan kekaguman pribadinya dan syukur atas dedikasi dan pengorbanan mereka.

“Selanjutnya, Cameron menerima paparan tentang situasi politik dan militer di Afghanistan, termasuk dari baru Penasihat Keamanan Nasional-nya, Sir Peter Ricketts; dan dari Kepala Staf Pertahanan, Sir Jock Stirrup,” ujar juru bicara Downing Street.

Pembentkan Dewan Keamanan Nasional itu menunjukkan Konservatif memang sangat peduli dengan urusan keamanan. Adapun tugas lembaga itu adalah bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan agenda keamanan pemerintah.

“Dewan akan mengkoordinasikan tanggapan pada bahaya yang kita hadapi, mengintegrasikan pada tingkat tertinggi pekerjaan departemen luar negeri, pertahanan, dalam negeri, energi dan pembangunan internasional, dan semua kekuasaan pemerintah lainnya yang menyumbang pada keamanan nasional,” demikian keterangan dari kantor PM Inggris.

Cameron juga sebelumnya mengungkapkan dewan itu akan bertanggungjawab untuk melakukan meninjauan kembali pertahanan dan keamanan strategis. Selain itu, fokus tugas dewan itu lainnya adalah meninjau kembali ancaman teroris pada Inggris saat ini.

Sementara itu, empat menteri Liberal Demokrat juga ikut dalam rapat tersebut, seperti Menteri Ekonomi Vince Cable, Menteri Keuangan David Laws, Menteri Energi dan Perubahan Iklim Chris Huhne, dan Menteri urusan Skontlandia Danny Alexander. Diperkirakan ada 20 anggota Liberal Demokrat yang tersebar di berbagai departemen pemerintahan baru Inggris.

Sementara Cameron mengatakan koalisi bersama Liberal Demokrat akan membawa Inggris dalam “arahan baru dalam sejarah”. “Kita mengumumkan politik baru, politik yang mempedulikan kepentingan nasional dibandingkan kepentingan partai,” paparnya. Cameron yang merupakan keturunan Raja William IV itu juga menegaskan perombakan itu bakal menjadi sejarah dan goyangan hebat dalam kepemimpinan politik Inggris.

PM termuda alam dua abad terakhir ini mengutarakan tujuh penting agenda koalisi antara Konservatif dan Liberal Demokrat antara lain, pemotongan anggaran defisit yang menjadi hal terpenting, penyusunan anggaran darurat dalam waktu 50 hari, serta Inggris tidak akan bergabung mata uang euro. Selain itu, pembatalan rencana pembangunan landasan pacu ketiga di bandara Heathrow, serta penekanan reformasi sistem perbankan.

Beberapa menteri baru pun telah mengajukan perombakan program. Menteri Dalam negeri Theresa May akan memberlakukan program pemetaan DNA bagi semua warga Inggris. “Kita juga akan memastikan para kriminal juga masuk dalam pusat data DNA,” ujarnya.

Menteri Kesehatan Inggris Andrew Lansley mengungkapkan pemerintah akan melanjutkan program partai Buruh mengenai efesiensi pelayanan kesehatan senilai 20 miliar poundsterling dalam tiga tahun mendatang. “Kita mengusung kebijakan yang pro-pasien,” tegasnya. (Rtr/AFP/BBC/andika hm)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda