Penahanan Penyelundup Senjata Diperpanjang

BANGKOK(SI) – Pengadilan Thailand kemarin memperpanjang masa penahanan lima kru pesawat yang membawa 35 ton senjata dari Korea Utara (Korut).

Langkah ini diambil agar polisi dapat menyelidiki lebih dalam atas empat kru asal Kazakstan dan satu asal Belarusia itu selama 12 hari. ”Mereka dengan jelas didakwa dengan tuduhan kepemilikan senjata berat dan berbohong mengenai isi kargo,”papar Juru Bicara Pemerintah Thailand, Panitan Wattanayagorn. Dia menambahkan bahwa pakar senjata akan diperbantukan untuk menyelidiki isi pesawat itu.

”Kami tetap menjaga bahwa pesawat kargo tersebut tertutup dari publik hingga kita mengetahui apa yang berada di dalam sebenarnya,” ujar Panitan. Dia mengutarakan bahwa pesawat tersebut sebenarnya akan terbang ke ”sebuah tujuan di Timur Tengah” untuk mengantarkan senjatasenjata. Setelah itu, berdasarkan keterangan para kru pesawat, mereka akan mengisi bahan bakar di Uni Emirat Arab dan Azerbaijan sebelum terbang ke tujuan akhir di Ukraina.

Namun Panitan mengungkapkan, polisi tidak mengetahui informasi siapa sebenarnya anggota kru pesawat tersebut. Sumber polisi dan militer yang tak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah memberikan informasi kepada Thailand mengenai pesawat itu. Sedangkan Panitan mengonfirmasi bahwa pasukan keamanan telah menerima informasi intelijen dari berbagai negara.

Panitan juga mengungkapkan, menurut informasi intelijen,pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman persenjataan yang antara lain berupa granat pemicu roket, rudal,dan amunisi,tersebut kemungkinan perusahaan di Korut. Sebaliknya, lima awak pesawat itu mengaku tidak tahu bahwa mereka menerbangkan pesawat dengan senjata militer di dalamnya.

Jumat (11/12) pekan lalu lima kru tersebut ditangkap saat pesawat kargo yang membawa persenjataan dari Korut sedang mendarat di Bangkok untuk mengisi bahan bakar. Keempat warga Kazakstan dan satu dari Belarusia tersebut mengaku hanya tahu bahwa barang yang mereka bawa adalah ”alat berat untuk pengeboran minyak”.

Lima kru pesawat kini ditahan kepolisian dan mengaku tidak bersalah atas tuduhan kepemilikan senjata perang dan akan membela diri di pengadilan. ”Mereka menyatakan tidak memiliki ide untuk mengangkut senjata,” tutur Juru Bicara Kepolisian Thailand, Pongsapat Pongcharoen. Pilot pesawat, Mikhail Petukhov dari Belarus, mengatakan pada penyidik bahwa pesawat mengambil barang di Korea Utara dan akan membongkar muatan itu di Ukraina.

Petukhov dan empat rekannya disewa untuk mengirimkan barang-barang itu. Dia mengaku sudah melakukan pekerjaan sejenis tiga atau empat kali sebelumnya. Dari Kazakstan,otoritas setempat juga mengikuti perkembangan pengungkapan senjata selundupan itu.

”Kami belum mengonfirmasi ataupun menolak informasi sejauh ini. Kami akan mengklarifikasi melalui jalur diplomatik dan perusahaan maskapai Kazakstan,” papar Juru Bicara Departemen Luar Negeri Kazakstan, Ilyas Omarov, kepada RIA Novosti. (AFP/Rtr/Nation/andika hm)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/290471/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda