Diserang,Dua Gigi Berlusconi Rontok



MILAN (SI) –Nasib sial dialami Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi. Dua giginya rontok dan hidungnya patah akibat hantaman seorang pengunjuk rasa di Milan, Minggu (13/12) malam waktu setempat. Seorang pria berusia 42 tahun, yang disebut bernama Massimo Tartaglia, tiba-tiba menyerang Berlusconi yang saat itu sedang berada di tengah kerumunan reli politik di Milan.Menurut keterangan polisi, tersangka melemparkan sebuah miniatur replika katedral gotik dari jarak dekat ke muka Perdana Menteri berusia 73 tahun itu.
Darah pun langsung mengucur deras di wajah Berlusconi. Pengawalnya langsung menarik pemilik klub sepak bola Seri A Liga Italia AC Milan itu ke mobil dan melarikannya ke rumah sakit. Berlusconi mendapatkan perawatan di ruang gawat darurat di Rumah Sakit San Raffaele. Dari pemeriksaan diketahui bahwa dua gigi Berlusconi tanggal,hidung patah, bibir tergores, dan menderita lebam di wajahnya.
Dokter pribadi Berlusconi, Alberto Zangrillo, mengungkapkan, Berlusconi harus mendapatkan jahitan di bibirnya yang terluka itu.PM Italia itu juga harus menginap di rumah sakit dan butuh waktu 15 hari ini untuk pulih.“Dari pandangan klinik, semuanya baik-baik saja, tapi memang dibutuhkan masa observasi selama satu atau dua hari,” ujar Zangrillo yang juga kepala unit gawat darurat rumah sakit tersebut.
Dia juga mengungkapkan,Berlusconi harus menjalani CT scan, tapi belum perlu dioperasi. “Dia mengalami trauma besar di wajahnya dengan dua luka di bibir atas, satu di bagian luar, dan satu di bagian dalam yang harus dijahit,” imbuh dia. Berlusconi tampak tabah saja menerima musibah itu.“Saya baik, saya baik-baik saja,”ujar miliuner itu saat meninggalkan ruang gawat darurat rumah sakit sebagaimana dikutip kantor berita ANSA.
Meskipun luka yang dia derita cukup parah, Berlusconi masih mampu melucu.Saat dikunjungi seorang presenter televisi,sosok kontroversial itu mengaku mendapatkan “keajaiban” karena serangan itu tidak mengenai matanya. “Ini memang benar-benar sebuah hari yang buruk bagi Italia dan ini adalah tugas bagi semua pasukan politik untuk menjamin bahwa Italia tidak akan kembali ke masamasa kekerasan,” papar Gianfranco Fini,sekutu dekat kubu konservatif Berlusconi, yang merupakan satu dari banyak orang yang mengecam insiden itu.
Presiden Italia Giorgio Napolitano juga mengecam serangan itu. Serangan itu tentu memunculkan pertanyaan tentang keamanan di seputar sang perdana menteri. Sebagaimana sebagian besar kepala pemerintahan, Berlusconi bepergian dengan serombongan body guarddan ajudan, tapi Berlusconi adalah sosok membumi yang suka berbaur dengan orang biasa.
Bahkan beberapa saat setelah dipukul, masih dengan darah bercucuran dari hidung dan bibirnya, Berlusconi meneruskan berjabat tangan dengan beberapa pendukungnya dalam reli itu. “Dia tetap tenang dan melongok ke jendela saat dilarikan ke rumah sakit dan melambaikan tangan ke arah kerumunan massa,” ujar Menteri Pertahanan Italia Ignazio la Russa kepada koran Corriere della Sera.
Massimo Tartaglia, sang pelaku penyerangan,langsung ditangkap sesaat setelah melakukan aksinya. Dalam pemeriksaan diketahui pria berusia 42 tahun itu memiliki sejarah masalah kejiwaan selama 10 tahun. Polisitelahmemanggilpsikiater yang merawat Tartaglia ke kantor polisi tempatnya ditahan. Polisi terpaksa melindungi Tartaglia dari kerumunan massa yang marah saat tersangka dibawa ke kantor polisi.
Dalam pemeriksaan, di tubuhnya ditemukan kaleng gas air mata dan salib. Penyerangan berawal saat ada10orangyangmengolokBerlusconidenganmenyebutnya sebagai “badut”.Berlusconi membalas ejekan itu dengan teriakan,” Dasar tak tahu malu,”sebelum akhirnya diserang dengan miniatur replika katedral itu. Serangan itu adalah yang kedua yang dialami Berlusconi.
Pada 2004 lalu, saat berada di Roma, seorang tukang batu menyerang PM Italia itu dengan tripod kamera,akibatnya kepalanya pun berdarah. Belakangan, Berlusconi dihadapkan dengan banyak masalah, baik dalam kehidupan pribadi,politik maupun bisnis. Pada 5 Desember lalu, sekitar 350.000 orang berunjuk rasa di Roma menentang Berlusconi sebagai respons atas seruan di situs jejaring sosial Facebook untuk No Berlusconi Day.
“Sayap kiri menyebut saya monster.Tapi,saya bukan monster dan saya orang baik,” ujar Berlusconi dalam reli Minggu (13/12) teriring senyum lebar. Insiden serangan atau ancaman terbuka terhadap pemimpin negara bukan kali ini saja. Kasus Berlusconi mengingatkan kasus pelemparan sepatu terhadap Presiden Amerika Serikat George W Bush yang dilakukan jurnalis Irak bernama Muntazer al-Zaidi.
Saat itu, sembari mengungkapkan sumpah serapah, koresponden televisi Al-Baghdadia itu dua kali “berhasil” melemparkan sepatu ke muka Bush yang tengah menggelar jumpa pers bersama PM Irak Nuri al-Maliki dari jarak 20 meter. Beruntung Bush masih bisa menghindar. (AFP/Rtr/CNN/BBC/ al jazeera/andika hm)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/290502/38/
Komentar