DK PBB Bertemu Bahas Nuklir Iran

NEW YORK (SINDO) – Anggota Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan negara-negara Arab menggelar pertemuan membahas masalah nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Condoleezza Rice juga hadir dalam pertemuan itu,termasuk Menlu Inggris David Miliband dan Menlu Rusia Sergi Lavrov. ”Senjata nuklir Iran kini telah menjadi ancaman bagi seluruh wilayah di Timur Tengah,”papar Miliban.Dia juga mengungkapkan bahwa senjata nuklir Teheran bisa memicu perlombaan penciptaan senjata pemusnah massal itu di kawasan itu.

Rusia yang berulang kali menolak seruan negara-negara Barat mengenai sanksi baru bagi Teheran tidak berkomentar banyak. Lavrov hanya meyakinkan bahwa Rusia akan memperhatikan kepentingan negara-negara Arab lainnya.

”Kita akan berbicara dengan mitra-mitra dari negara Arab untuk mengetahui kepentingan mereka dalam masalah nuklir Iran,”paparnya. Sebelumnya Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengungkapkan, penemuan jejak baru plutonium dan pengayaan uranium yang berpotensi membuat hulu ledak nuklir di Iran pada November lalu. Jejak baru itu mereka temukan dalam wadah-wadah di situs penyimpanan sampah nuklir di Karaj,Iran.

Ketua IAEA Mohamed Elbaradei juga merinci bagaimana Iran terus memperbarui penelitian pengayaan uraniumnya. Padahal, langkah itu sangat cemaskan oleh AS dan sekutunya karena dikhawatirkan diperuntukkan membuat bom nuklir. Iran telah diminta untuk memberi penjelasan lebih jauh soal pengayaan uranium dan plutoniumnya di Karaj.

Sementara kemarin, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menganggap Presiden Prancis Nicolas Sarkozy sama dengan Firaun,pemimpin kuno Mesir.Ahmadinejad mengatakan, Sarkozy mengadopsi gaya kepemimpinan Firaun yang terkenal dengan arogansinya.

Dalam tradisi Arab,Firaun merupakan simbol arogansi dan penjajahan. ”Pak, tak ada seorang pun di Iran yang ingin bernegosiasi atau bersalaman dengan Anda,”ujar Ahmadinejad.

”Kemudian,kenapa Anda menciptakan kondisi seperti itu,” paparnya dalam sebuah pidato di Provinsi Khuzestan,Iran. Pernyataan itu merupakan balasan karena pada Senin (15/12), Sarkozy menegaskan bahwa dia tidak akan bersalaman dengan Ahmadinejad karena mengatakan bahwa Iran akan menghapus Israel dari peta dunia. Sarkozy memang dikenal sering mengkritik kebijakan nuklir Iran sejak dia berkuasa di Prancis pada 2007. (Rtr/AFP/AP/andika hendra m)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/196608/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda