Abhisit Vejjajiva PM Baru Thailand

TERSENYUM MENANG, Abhisit Vejjajiva tersenyum setelah tiba di parlemen, Bangkok, kemarin. Pengunjuk rasa pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra menyerang sebuah mobil yang keluar dari gedung parlemen dengan lemparan batu setelah terpilihnya Abhisit.

BANGKOK(SINDO) – Pemimpin oposisi Thailand,Abhisit Vejjajiva,kemarin terpilih sebagai perdana menteri (PM) Thailand yang baru.

Dalam pemilihan suara di parlemen tersebut Abhisit mampu meraih 235 suara.Lawannya, mantan Kepala Polisi Pracha Promnok,hanya meraih 198 suara. Abhisit menjadi PM Thailand kelima dalam dua tahun terakhir. Ketua Parlemen Thailand Chai Chidchob mengatakan pemimpin Partai Demokrat itu telah mengalahkan Promnok secara telak.

”Abhisit mendapatkan lebih dari separuh suara, saya menyatakan Abhisit telah terpilih sebagai perdana menteri yang baru,”katanya. Setelah menang dalam pemungutan suara, Abhisit mengucapkan terima kasih kepada anggota parlemen dan rakyat Thailand atas dukungan moral kepadanya.

”Karena nama saya masih harus diajukan dan harus mendapat persetujuan kerajaan, saya tidak akan membuat pernyataan lebih rinci mengenai kebijakan dan politik saat ini,”paparnya. Abhisit berjanji akan menunjukkan kepemimpinannya menghadapi krisis ekonomi di Kerajaan Thailand.

”Kita akan memperbaharui kepercayaan diri Thailand dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan mendatang,” ujar Abhisit. Abhisit yang pernah mengenyam pendidikan di Eton College,Inggris,itu telah mengajukan diri sebagai kandidat PM sejak 2006. Lulusan Universitas Oxford tersebut merupakan sosok yang didukung militer dan Kerajaan Thailand, walaupundiakurangpopulerdi kalangan rakyat.

Secara resmi Abhisit mengumumkan pencalonannya sebagai kandidat PM pada konvensi Partai Demokrat 29 April. Ketika itu dia menjanjikan ”kebijakan untuk rakyat” dengan fokus utama pendidikan.

”Utamakan Rakyat” adalah slogan kampanye. Dia juga berjanji memberikan bantuan dana ke desa-desa dan skema kredit untuk kalangan menengah ke bawah. Kesehatan gratis,buku sekolah gratis, dan meningkatkan upah minimum pekerja merupakan bagian dari janjijanjinya. Transparansi juga menjadi target utama Abhisit.

Dia menegaskan, semua anggota Partai Demokrat di parlemen harus mengumumkan semua data kekayaan dan keterlibatan di perusahaan swasta. Diperkirakan, keputusan Abhisit sebagai PM akan disampaikan pada Raja Thailand hari ini.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Suthep Tuangsuban mengatakan, daftar anggota kabinet akan diumumkan dalam waktu satu pekan lagi.Suthep optimistis pemerintahan yang dipimpin koalisi Partai Demokrat akan stabil,meski hanya mengandalkan dukungan di parlemen.

Kemenangan Abhisit mengubur dalam impian kroni mantan PMThailandThaksin Shinawatra untuk berkuasa kembali melalui Partai Puea Thai.Kekuatan kubu Thaksin semakin lemah setelah Mahkamah Konstitusi Thailand membubarkan Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berkuasa karena terbukti melakukan kecurangan pada pemilu tahun lalu.

Mantan PM Somchai Wongsawat dan pemimpin PPP yang lain juga dilarang berpolitik dalam waktu lima tahun ke depan. Sementara itu, di luar gedung parlemen,lebih dari 200 pendukung Thaksin marah dengan keputusan parlemen itu. Mereka menyebut terpilihnya Abhisit sebagai kudeta tersembunyi.Mereka melempari barikade aparat keamanan di pintu gerbang parlemen dan mencegat anggota parlemen yang meninggalkan gedung. Para pendukung Thaksin itu berteriak,”Abhisit,kandidat yang didukung militer.

”Ratusan orang berkaus warna merah itu juga menyebut Abhisit sebagai perpanjangan tangan militer yang telah mengudeta Thaksin pada 2006. Diperkirakan aksi unjuk rasa akan terus membesar untuk menggoyang pemerintahan Abhisit mendatang. Tantangan Abhisit dalam pemerintahannya sangat berat. Dia harus mampu menetralisasi para pendukung Thaksin yang berjanji turun ke jalan. (AP/AFP/Rtr/andika h m)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/196169/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda