18.413 Orang Terjangkit Kolera

HARARE (SINDO) – Zimbabwe dilanda wabah kolera yang semakin mengganas. PBB menyebut jumlah orang yang menderita kolera telah mencapai 18.413 orang. Jumlah korban tewas telah mencapai 978 orang.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan wabah kolera melampaui 60.000 kasus. WHO juga memperingatkan, dengan datangnya musim hujan dan banyaknya orang singgah jelang liburan Natal, risiko penyebaran penyakit itu semakin luas, terutama jika tidak ada tindakan serius yang segera dilakukan. WHO saat ini berencana mendirikan pusat komando dan pemantauan kolera melalui kerja sama dengan Departemen Kesehatan Zimbabwe.

Anehnya,Presiden Robert Mugabe mengklaim epidemi kolera di negaranya telah berakhir. ”Saya senang bahwa dokter-dokter kami dibantu yang lain serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyingkirkan kolera,” kata Mugabe. Mugabe juga berulang kali menolak permintaan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dan Presiden Amerika Serikat George W Bush yang mendesaknya mengundurkan diri.

”Karena kolera, Brown, Sarkozy, dan Bush ingin melakukan intervensi militer. Karena kolera telah hilang, tidak perlu ada perang.Penyakit kolera telah hilang dari Zimbabwe,” tandasnya. Sementara itu,Komandan Angkatan Udara (AU) Zimbabwe Perence Shiri hanya mengalami luka dalam sebuah upaya pembunuhan pada akhir pekan silam. Laporan mengejutkan itu dirilis pemerintah Zimbabwe kemarin.

Menurut Menteri Dalam Negeri Kembo Mohadi, serangan yang melukai Komandan Angkatan Udara Perence Shiri pada Sabtu (13/12) itu merupakan bagian dari serangan yang dilakukan terhadap para pejabat tinggi Zimbabwe untuk mengacaukan situasi politik.Dia tidak menjelaskan pelaku penembakan itu.Petugas keamanan terus memburu tersangka pelakunya.

Insiden rencana pembunuhan itu berlangsung setelah serangkaian ledakan bom di beberapa kantor polisi di Harare. Pemerintah menuding insiden itu saling terkait. Harare menuding negara tetangganya, Botswana, yang memberikan dukungan penuh pada kubu oposisi, beraliansi dengan para pemberontak untuk menggulingkan Mugabe. Menteri Kehakiman Zimbabwe Patrick Chinamasa mengatakan, pemerintah telah memiliki buktibukti lengkap mengenai insiden tersebut. (AFP/AP/andika h m)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/196613/
foto:news.google.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi Belanda Tak Terpisahkan dari Bangsa Indonesia

Badai Terjang Australia, 3 Orang Tewas

Belajar Inovasi dari (di) Belanda