Postingan

Trump Akan Tunjuk Loyalis Jadi Menteri

Gambar
KORAN SINDO/SYARIF WASHINGTON – Presiden terpilih Donald Trump kini sedang fokus menyusun kabinet untuk pemerintahannya. Dia akan menunjuk para loyalis dari Partai Republik yang membantu kemenangannya pada pemilu presiden Amerika Serikat (AS).  Kabinet Trump memiliki tugas berat seiring dengan banyaknya pekerjaan rumah yang ditinggalkan Presiden Barack Obama. Apalagi, Trump menginginkan kabinet konvensional Republik akan membawa AS menuju arah dan babak baru. Karena itu, dia diperkirakan akan memilih beberapa politikus berpengalaman dan sebagian kecil dari kalangan profesional.  Trump juga sudah membentuk tim khusus yang ditunjuk menggodok siapa saja yang mungkin ditunjuk sebagai menteri dan berdiskusi dengan miliarder New York. Anggota tim tersebut juga disebut sebagai kandidat menteri utama. “Lima anggota lingkaran utama Trump masuk dalam tim khusus itu,” kata Mantan Wali Kota Rudy Giuliani dalam acara talk show bersama komentator politik Bill OReilly di stasiun televis...

Kelas Pekerja Kunci Kemenangan

Gambar
WASHINGTON – Donald Trump berhasil memenangi Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) berkat dukungan warga kelas pekerja kulit putih. Kubu Republik mampu merebut simpati kelas pekerja kulit putih yang dikenal sebagai pendukung setia Partai Demokrat dan berhasil menolong Barack Obama pada 2008 dan 2012. Dengan berbagai retorika dan tawaran program Trump, mereka memilih bergabung dengan Republik. Pennsylvania sebagai negara bagian yang dihuni banyak kelas pekerja kulit putih memberikan dukunganbagi Trump. Ohioyang dikenal sebagai basis Demokrat beralih memilih Trump. Iowa, Wisconsin, Michigan hinggaNew England juga memberikan dukungan bagi Trump. ”Banyak orang meragukan dia (Trump) mampu berlari, tetapi dia bisa berlari. Mereka berpikir dia tidak bisa menanjak pada pemungutan suara, kemudian dia mampu. Mereka mengatakan dia tidak akan menang pada pemilihan pendahuluan, kemudian dia berhasil menang. Mereka mengatakan dia tidak akan menjadi nomine capres Republik, tetapi ...

Trump Fokus Reformasi Pemerintahan

WASHINGTON – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menempuh sejumlah langkah revolusioner dalam menjalankan program untuk mereformasi pemerintahan. Masa depan AS di tangan Trump akan diwarnai pembaharuan total sistem pemerintahan AS dengan visi dan misi versi miliarder New York itu. Sebagai ”orang luar”, Trump akan merombak tradisi dan sistem pemerintahan AS yang identik dengan lobi politik. Trump berjanji menghapus politik uang Washington. Janji itu menggugah banyak warga AS yang sudah jengah dan bosan dengan perpolitikan Gedung Putih yang diwarnai broker. Janji kampanye yang pernah diucapkan Trump adalah dia akan mengurangi korupsi pengaruh kepentingan khusus. Dalam 100 hari pertama Trump berkuasa, dia akan mengusulkan amendemen konstitusi untuk membatasi periode jabatan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kongres. Kemudian, dia juga ingin membatasi masa jabatan pejabat Kongres dan Gedung Putih selama lima tahun. Itu bertujuan agar...

China Intervensi Politik Hong Kong

Gambar
HONG KONG - Kepala Eksekutif Hong Kong Leung Chun Ying berjanji akan mengimplementasikan penuh arahan dari Kongres Rakyat Nasional (NPC) yang dikuasai Partai Komunis China. Dengan begitu, dua aktivis prokemerdekaan Hong Kong Baggio Leung dan Yau Wai Ching tidak bisa menjadi anggota parlemen karena menolak bersumpah setiap kepada China. Hong Kong menerapkan “satu negara, dua sistem” sejak dikembalikan kepada China pada 1997. Tetapi, konstitusi mini Hong Kong, Hukum Dasar, menyatakan Beijing masih memegang keputusan akhir untuk menjelaskan bagaimana menginterpretasikan aturan tersebut. “Pemerintah Kota Hong Kong akan menginterpretasikan penuh (keputusan NPC),” kata Leung dilansir AFP . “Katakata atau perbuatan yang kontradiktif (membutuhkan interpretasi), melenceng dari prosedur sumpah, atau menggunakan kesempatan untuk menghina negara dan rakyat China atau mengadvokasi pemisahan, harus dihentikan sesuai dengan undang-undang,” kata Leung. Upaya yang dilakukan NPC mer...

Pangeran Charles Pamerkan Alquran Tertua di Dunia

DUBAI – Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris akan menampilkan replika digital fragmen Alquran kuno yang ditemukan Universitas Birmingham saat berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA). Salinan manuskrip itu akan menjadi ikatan budaya antara Inggris dan negara Teluk itu. Fragmen orisinal Alquran yang diduga tertua di dunia itu kini masih disimpan di Universitas Birmingham. Manuskrip itu berusia 1.370 tahun dan dianggap sebagai penemuan bersejarah. Universitas Birmingham memiliki itu sejak 1920-an, setelah diteliti ternyata usianya melebihi perkiraan banyak orang. Hingga diteliti Universitas Oxford, ternyata fragmen tersebut salah satu dari naskah awal Alquran yang ”terselamatkan” dan merupakan salah satu yang tertua. Fragmen ayat-ayat Alquran itu ditulis di atas kulit domba atau kambing, saat ini dipamerkan di Birmingham. ”Untuk pertama kali replika digital manuskrip tersebut dibawa ke luar dari Inggris dan ditampilkan di sebuah acara di UEA (saat Pangeran Charles berkunju...

Suami Terpilih Presiden Tiga Periode, Istri Jadi Wapres

Presiden Nikaragua Daniel Ortega ternyata ingin menghidupkan politik keluarga sejati setelah memenangkan pemilu untuk periode ketiganya. Dia maju bersama istrinya, Rosario Murillo, yang menjadi wakil presiden (wapres). Mantan pejuang gerilya berusia 70 tahun itu meraih 72,1% suara dari 66,3% surat suara yang sudah dihitung. “Ini merupakan pemilu untuk perdamaian, untuk keamanan rakyat Nikaragua,” kata Ortega dikutip AFP . Dengan didampingi istrinya, dia mengatakan pemilu ini merupakan “teladan”. Rival utama Ortega, kandidat berhaluan kanan-tengah Maximino Rodriguez, hanya mendapatkan 14,2%. Kemenangan Ortega telah diprediksi sebelumnya karena dia sangat populer dengan program sosial sehingga dia sangat dicintai warga miskin yang merasa diuntungkan. Dia juga tidak memiliki penantang politik yang mumpuni. Mantan pemimpin pemberontak kiri itu mampu mengatasi periode ketidakstabilan ekonomi. Banyak pengusaha juga mendapatkan keuntungan dari stabilitas politik dan ekonomi...

Tantangan Berat Menanti Presiden Baru

Gambar
Presiden Amerika Serikat (AS) ke 45 yang memenangkan pemilu 8 November nanti tidak akan memiliki banyak waktu untuk merayakan. Banyak tugas berat menanti yang harus dilaksanakan penguasa Gedung Putih. Setelah kampanye yang diwarnai hujatan dan saling serang, panglima tertinggi militer AS akan menghadapi tugas berat dan pekerjaan rumah yang ditinggalkan Barack Obama. Pemimpin AS yang baru juga harus menyelesaikan tantangan kebijakan luar negeri yang paling parah dalam beberapa dekade terakhir. Rapat di Ruang Situasi Presiden AS akan fokus pada konflik panas dan dingin di seluruh dunia, Rusia dan China yang ingin menebar pengaruh, serangan cyber, dan aliansi yang khawatir dengan dukungan Washington. Itu semua akan membuat tidur Presiden baru AS akan semakin tidak nyenyak karena banyaknya persoalan luar negeri yang terus berkembang dan fluktuatif. Konflik Timur Tengah, terutama di Suriah dan Irak, dikhawatirkan akan memicu ketegangan sektarian juga menjadi hal yang ak...